Jakarta, IDN Times - Otoritas militer Israel menutup akses ke Tepi Barat dan memperketat pergerakan warga Palestina menjelang hari raya Yahudi, Sukkot. Penutupan menyeluruh ini berlaku mulai 25 September hingga 3 Oktober 2026 atas perintah Menteri Pertahanan Israel Katz. Kebijakan tersebut diputuskan berdasarkan rekomendasi militer guna mengantisipasi insiden keamanan selama libur panjang.
Selama masa penutupan, militer melarang warga Palestina melintasi perbatasan menuju wilayah Israel maupun kawasan permukiman di Tepi Barat. Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem mengonfirmasi bahwa pintu masuk hanya dibuka untuk keperluan medis darurat dan kemanusiaan.
