Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menteri Israel Serukan Perang di Tepi Barat Seperti di Gaza

3 min read
Menteri Israel Serukan Perang di Tepi Barat Seperti di Gaza
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich . (איתן פולד, CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons)
  • Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mendesak perang terbuka di Tepi Barat, penghancuran kelompok bersenjata, serta pembubaran Otoritas Palestina menjelang pemilu Israel.
  • Smotrich juga menyerukan aneksasi sebagian besar Gaza hingga Garis Kuning dan Lebanon selatan sampai Sungai Litani, yang dikecam Palestina sebagai agenda perampasan tanah.
  • Pakar menilai seruan itu mencerminkan pola kekerasan sistematis; OCHA mencatat lebih dari 1.330 serangan pemukim terhadap warga Palestina sejak Januari hingga Juli 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyerukan militer negaranya untuk meluncurkan perang terbuka di wilayah pendudukan Tepi Barat. Ia mendesak angkatan bersenjata bertindak keras seperti operasi militer di Jalur Gaza. Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan dalam wawancara dengan media Ynet pada Minggu (27/9/2026), sebulan menjelang pemilihan umum Israel.

Tokoh sayap kanan tersebut juga menuntut pembubaran Otoritas Palestina (PA) serta perluasan aneksasi ke wilayah Gaza dan Lebanon selatan. Rencana tersebut memicu kecaman dari otoritas Palestina serta lembaga pemantau hak asasi manusia internasional.

  1. 1. Smotrich desak militer serang Tepi Barat dan bubarkan PA

    Tentara Israel di Tepi Barat
    Tentara Israel di Tepi Barat. (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)

    Smotrich meminta militer Israel memberantas seluruh jaringan perlawanan di Tepi Barat hingga tuntas. Ia menegaskan tentara harus memastikan tidak ada kelompok bersenjata, persenjataan, maupun terowongan yang tersisa di wilayah tersebut.

    Menteri yang memegang wewenang urusan permukiman di Kementerian Pertahanan itu juga menargetkan pembubaran PA. Smotrich berulang kali menuduh lembaga yang memerintah sebagian Tepi Barat tersebut sebagai entitas teror, bahkan telah menekan sistem perbankan PA hingga nyaris lumpuh.

    "Kita perlu berperang di Yudea dan Samaria (Tepi Barat) dan melakukan apa yang telah kita perbuat di Gaza. Militer harus membubarkan Otoritas Palestina dan menghapus seluruh infrastruktur bersenjata di sana," kata Smotrich, dilansir The Times of Israel.

    Smotrich membanggakan operasi militer terdahulu yang telah mengosongkan tiga kamp pengungsi warga Palestina di Tepi Barat. Ia bahkan mengancam akan melarang kendaraan warga Palestina melintasi jalan raya utama jika insiden penabrakan terhadap warga Israel kembali terulang.

  2. 2. Serukan aneksasi wilayah Gaza dan Lebanon selatan

    pasukan Israel di Sungai Litani, Lebanon
    pasukan Israel di Sungai Litani, Lebanon (wikimedia/ / IDF Spokesperson's Unit)

    Selain menyerukan perang di Tepi Barat, Smotrich menuntut pemerintah Israel mencaplok wilayah Jalur Gaza hingga Garis Kuning. Garis tersebut menandai batas penarikan pasukan Israel dalam kesepakatan gencatan senjata yang mencakup hampir 60 persen wilayah Gaza.

    Smotrich juga mendesak aneksasi wilayah Lebanon selatan hingga mencapai Sungai Litani yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel. Ia berdalih pencaplokan itu menjadi harga setimpal yang wajib dibayar musuh demi mencegah perang terulang pada masa depan.

    Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai rencana berbahaya untuk menggagalkan pendirian negara Palestina yang merdeka. Otoritas di Ramallah menilai ancaman Smotrich merupakan cerminan nyata dari agenda perampasan tanah dan pemindahan paksa warga.

    Pemerintah Palestina juga memperingatkan bahwa pembiaran oleh komunitas internasional membuat Israel leluasa memperluas agresinya. Langkah tersebut dinilai berisiko menjerumuskan kawasan Timur Tengah ke dalam krisis keamanan yang jauh lebih parah.

  3. 3. Pakar soroti ancaman genosida di tengah lonjakan serangan pemukim

    vandalisme sebuah mobil di Tepi Barat oleh pemukim Israel
    vandalisme sebuah mobil di Tepi Barat oleh pemukim Israel (איאד חדאד, בצלם, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Seruan yang digulirkan Smotrich dinilai pakar hukum bukan sekadar retorika menjelang pemilu legislatif pada 27 Oktober. Penggusuran paksa warga dan penghancuran kamp pengungsi dinilai mencerminkan pola serangan yang sudah berjalan sistematis di lapangan.

    "Smotrich bukan hanya mengusulkan perang terhadap warga Palestina di Tepi Barat, dia sudah melancarkannya. Seruannya untuk mengulangi tindakan di Gaza adalah deklarasi terbuka atas niat melakukan kejahatan perang dan genosida," ujar Direktur Hukum Pusat Hukum Hak Minoritas Arab di Israel (Adalah) Suhad Bishara, dilansir Al Jazeera.

    Analis International Crisis Group Mairav Zonszein turut menegaskan bahwa faksi sayap kanan Israel sengaja mendanai kelompok pemukim untuk memperluas pendudukan. Langkah ekspansi permukiman dan intimidasi warga Palestina dirancang guna memicu reaksi balasan yang dijadikan dalih perebutan wilayah baru.

    Ketegangan di Tepi Barat terus memburuk seiring lonjakan kekerasan pemukim yang kerap dipersenjatai aparat keamanan. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mencatat lebih dari 1.330 serangan pemukim terhadap warga Palestina sejak Januari hingga akhir Juli 2026, dengan rata-rata enam insiden per hari.

    Situasi kian genting setelah militer Israel memberlakukan penutupan perbatasan penuh di Tepi Barat selama sepekan perayaan Sukkot. Pada saat bersamaan, ratusan pemukim Yahudi memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan ketat polisi dan memicu amarah warga Palestina di Yerusalem Timur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More