Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Italia Tarik Tentara dari Irak Setelah Diterjunkan 12 Tahun Lamanya
Kendaraan Militer Italia. (Staff Sgt. Sean Martin, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Menteri Pertahanan Guido Crosetto mengumumkan Italia menarik seluruh personel militernya dari Irak per 29 September 2026, mengakhiri kehadiran selama 12 tahun.
  • Penarikan dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan Irak dan mitra lain, seiring perjanjian NATO-Irak serta meningkatnya serangan terhadap fasilitas NATO di negara itu.
  • Selama bertugas, ribuan tentara Italia membantu melawan ISIS dan melatih pasukan Irak; sebelumnya, 102 personel dipulangkan dari Erbil dan 40 dipindahkan ke Yordania.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto mengumumkan penarikan personel militer Italia dari Irak pada Selasa (29/9/2026). Keputusan ini  mengakhiri keberadaan militer Italia di negara Timur Tengah itu selama 12 tahun lamanya. 

Sebelumnya, NATO dan Irak sudah menyetujui perjanjian bilateral untuk menarik pasukan NATO dari negara Timur Tengah itu. Keputusan ini juga didorong oleh maraknya serangan yang menyasar fasilitas NATO di Irak. 

1. Sebut militer Irak akan bertanggung jawab pada keamanan negaranya

ilustrasi bendera Irak (pexels.com/7sseiin)

Crosetto mengatakan bahwa tentara Italia terakhir yang ditugaskan untuk ikut dalam pemulihan dan transfer logistik sudah dipulangkan. Ia menekankan bahwa keputusan ini berdasarkan persetujuan dengan pemerintah Irak. 

“Mulai besok, keberadaan militer Italia di Irak akan berakhir. Langkah ini sebagai bagian dari persetujuan dengan Irak dan negara-negara rekan lainnya. Dengan ini, personel militer Irak akan bertanggung jawab atas keamanan negaranya,” terangnya, dikutip dari Anadolu Agency.

Menurutnya, selama 12 tahun terakhir, ribuan tentara Italia sudah diterjunkan di Irak dalam melawan ISIS. Selain itu, memberikan pelatihan kepada tentara Irak dan aparat keamanan di Kurdi. 

2. Dubes Italia bertemu dengan presiden Irak

ilustrasi bendera Italia (unsplash.com/michelebit_)

Pekan lalu, Duta Besar (Dubes) Italia di Irak, Niccolo Fontana sudah bertemu dengan Presiden Irak, Nizar Amedi. Keduanya bertemu di Istana Perdamaian di Baghdad untuk membicarakan penguatan hubungan kedua negara. 

Dilansir Ansa, kedua pihak sudah berdialog untuk mengidentifikasi peluang dalam memperkuat kerja sama politik dan ekonomi, serta kebudayaan. Baik Italia dan Irak juga mendiskusikan mengenai situasi keamanan dan politik di Irak dan kawasan belakangan ini. 

3. Italia sudah merencanakan penarikan tentara dari Irak

ilustrasi bendera Italia (Pexels/Renan Martini)

Pada Maret 2026, Italia sudah mengorganisir pemulangan tentara yang ditempatkan di Pangkalan Militer Erbil di Irak Kurdistan. Langkah ini sebagai bagian dari pengurangan tentara di kawasan imbas masalah keamanan. 

Dilansir Middle East Monitor, sebanyak 102 personel militer Italia sudah dipulangkan. Sedangkan 40 personel militar Italia lainnya sudah dipindahkan ke Yordania. 

Sebagai informasi, Pangkalan Militer Erbil terletak di Irak bagian utara. Selain ditempati tentara Italia, pangkalan itu juga ditempati oleh militer AS dan dilengkapi dengan fasilitas diplomatik sebagai bagian dari keberadaan pasukan NATO di Timur Tengah. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article