Irak atau Italia, Siapa Gantikan Iran di Piala Dunia 2026?

- Pemerintah Iran resmi menarik tim nasionalnya dari Piala Dunia 2026 sebagai bentuk boikot atas kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
- Irak awalnya menjadi kandidat utama pengganti Iran karena posisi kuat di kualifikasi Asia, namun terkendala situasi geopolitik yang menghambat perjalanan ke Meksiko untuk play-off interkontinental.
- Italia muncul sebagai opsi alternatif berdasarkan diskresi FIFA dan peringkat dunia tinggi, meski keputusan ini berpotensi menimbulkan perdebatan karena berasal dari zona Eropa, bukan Asia.
Jakarta, IDN Times - Spekulasi mengenai pengganti Iran di Piala Dunia 2026 semakin berkembang. Setelah Irak atau Uni Emirat Arab, muncul satu tim lain yang diprediksi bisa mengisi slot Iran nantinya.
Adalah Italia, yang digadang-gadang menjadi calon pengganti lain dari Iran. Masuknya Italia, merupakan diskresi dari FIFA, sesuai dengan handbook Piala Dunia 2026. Dalam bagian I Artikel 2, Pasal 6, dijelaskan mekanisme dalam proses penarikan diri tim dari Piala Dunia 2026 serta pencarian penggantinya.
Aturan tersebut tampaknya harus digunakan, menyusul pernyataan pemerintah Iran, lewat Kementerian Olahraga yang menegaskan menarik partisipasi timnya dari Piala Dunia 2026, memperkuat pernyataan Presiden Federasi Mehdi Taj.
1. Irak awalnya jadi kandidat terkuat

Irak sebenarnya menjadi calon terkuat dalam menggantikan Iran. Apalagi, mereka berada dalam posisi bagus karena masuk ke play-off interkontinental dan masih menunggu lawan.
Skema promosi langsung bisa ditempuh karena Irak merupakan tim dengan pencapaian tertinggi di kualifikasi zona Asia. Sebenarnya, Irak terhambat kedatangannya ke Meksiko untuk menjalani play-off interkontinental, karena wilayah udara dan Kedutaan Besar Meksiko di sana tutup imbas dari perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
Pelatih Graham Arnold pun sempat meminta agar play-off ditunda karena situasi tersebut. Namun, bisa jadi Irak tak melakoninya, justru Uni Emirat Arab yang melakukannya, jika opsi promosi diambil.
2. Italia mendadak muncul sebagai kandidat

Opsi lainnya yang muncul adalah mempromosikan Italia untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Gli Azzurri sebenarnya harus menjalani play-off zona Eropa. Namun, karena peringkat FIFA yang tinggi, bukan gak mungkin mereka bisa dibantu untuk lolos langsung dan main di Amerika Serikat.
Sebab, ada bunyi yang menyebutkan jika pemilihan pengganti Irak bisa ditentukan lewat aspek sporting merit, yang termasuk pada peringkat FIFA. Namun, pemilihan Italia bisa memancing perdebatan karena zonanya berbeda, dan akan mengambil jatah dari AFC.
"Ada juga rumor, jika FIFA membuat keputusan akhir, mungkin akan mendorong tim dengan peringkat FIFA tertinggi untuk menggantikan Iran, yaitu Italia," ujar Meulensteen mengutip talkSPORT.
3. Iran sudah nyatakan boikot Piala Dunia
Iran menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 mendatang. Keputusan boikot ini diambil sebagai respons kemarahan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
"Mengingat rezim korup ini (AS) telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia," kata Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali dikutip dari Al Jazeera.


















