Jelang Pemilu Sela AS, Michael Bloomberg Danai Demokrat Rp1,52 Triliun

- Michael Bloomberg menyumbang 80 juta dolar AS atau Rp1,52 triliun kepada kandidat dan kelompok pendukung Demokrat menjelang pemilu sela AS.
- Dana Bloomberg difokuskan membantu Demokrat merebut mayoritas DPR AS, dengan target melampaui 218 kursi di tengah keunggulan tipis Partai Republik.
- Demokrat tertinggal dalam total dana dari Republik yang didukung Donald Trump dan Elon Musk, namun membidik kendali DPR serta empat kursi Senat penting.
Jakarta, IDN Times - Pengusaha miliarder Michael Bloomberg menggelontorkan dana sebesar 80 juta dolar AS atau setara Rp1,52 triliun (kurs Rp18.967) untuk membantu para kandidat dari Partai Demokrat dalam pemilihan umum sela di Amerika Serikat (AS). Kucuran dana segar ini menjadi dorongan penting bagi kubu Demokrat yang sebelumnya sempat menghadapi kendala penggalangan dana demi merebut kembali kendali Kongres AS.
Informasi mengenai donasi tersebut mencuat seiring langkah Donald Trump yang mengumumkan rencana penyaluran dana hingga 400 juta dolar AS atau setara Rp7,59 triliun untuk kandidat Partai Republik pada Selasa (20/10/2026). Dari total komitmen anggaran tersebut, Trump mengonfirmasi bahwa dana sebesar 300 juta dolar AS atau setara Rp5,69 triliun telah dicairkan ke para kandidat.
1. Fokus amankan keunggulan kursi di DPR AS

Gedung Kapitol (pexels.com/Ivan Dražić) Kontribusi dana dari Bloomberg diberikan pada September dan Oktober untuk menyokong para kandidat yang berjuang merebut keunggulan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS. Saat ini, Partai Republik menguasai majelis rendah tersebut dengan margin keunggulan yang sangat tipis secara historis. Penasihat politik Bloomberg, Howard Wolfson, mengatakan bahwa tujuan donasi tersebut adalah memastikan kemenangan mayoritas Demokrat melampaui batas minimal 218 kursi yang dibutuhkan untuk menguasai majelis.
Wolfson menekankan bahwa selisih keunggulan jumlah kursi parlemen memegang peran yang sangat krusial. "Perbedaan antara 221 dan 230, dalam hal mayoritas DPR, sangatlah penting," ujar Wolfson seperti dilaporkan The New York Times.
Bloomberg yang kini berusia 84 tahun pernah menjabat sebagai Wali Kota New York selama tiga periode dari 2002 hingga 2013. Salah satu orang terkaya di dunia tersebut sempat berstatus independen sebelum beralih mendaftar sebagai anggota Partai Demokrat. Pada pemilu sela 2018 di masa jabatan pertama Trump, dia juga menyumbang 80 juta dolar AS atau setara Rp1,52 triliun sebelum maju tanpa hasil dalam bursa calon presiden Demokrat pada 2020.
2. Rincian kucuran dana politik Michael Bloomberg

ilustrasi mata uang dolar AS (pexels.com/John Guccione www.advergroup.com) Dilansir The Guardian, donasi Bloomberg pada tahun ini disalurkan ke sejumlah organisasi politik yang aktif mendukung para kandidat legislatif. Sebesar 24 juta dolar AS atau setara Rp455,2 miliar diserahkan kepada Everytown for Gun Safety, organisasi advokasi keselamatan senjata api yang turut dia dirikan. Lembaga tersebut memanfaatkan dana ini untuk mendanai pemenangan calon legislatif Partai Demokrat di majelis rendah.
Bloomberg juga mengalokasikan 16 juta dolar AS atau setara Rp303,47 miliar ke House Majority PAC yang terhubung dengan Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries. Selain itu, kucuran dana sebesar 2,5 juta dolar AS atau setara Rp47,42 miliar dialirkan ke super PAC pendukung James Talarico dalam kontestasi Senat AS di Texas.
Mantan wali kota tersebut turut menyalurkan dana bagi super PAC penyokong kampanye pemilihan kembali Gubernur New York Kathy Hochul serta sejumlah calon gubernur Demokrat. Mengenai efektivitas modal tersebut, Wolfson memaparkan pandangan sang pebisnis dalam menghadapi persaingan politik. "Dia berpandangan bahwa sumber daya sangat penting dalam kampanye," kata Wolfson sembari menambahkan bahwa sang miliarder mengharapkan hasil yang nyata.
3. Peta persaingan penggalangan dana kedua kubu

Presiden AS Donald Trump (Matt Johnson from Omaha, Nebraska, United States, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons) Partai Demokrat yakin mereka memiliki keunggulan untuk merebut kembali kursi DPR AS tahun ini, kendati mengakui tertinggal dari Republik dalam total penggalangan dana. Selain aliran modal besar dari Trump, Partai Republik disokong oleh sekutunya, Elon Musk. Pengusaha teknologi tersebut tercatat telah menggelontorkan 366 juta dolar AS atau setara Rp6,94 triliun ke berbagai kelompok dan kampanye konservatif.
Kubu Demokrat juga meyakini memiliki kesempatan untuk merebut empat kursi penting demi mengambil alih kendali Senat AS, meskipun kalangan analis menilai persaingan masih berimbang. Keberhasilan menguasai salah satu kamar parlemen akan memungkinkan Demokrat menjegal agenda legislasi Trump dan menyelidiki jalannya pemerintahan secara lebih efektif. Jika berhasil merebut mayoritas di Senat, para legislator Demokrat berhak menolak nominasi Trump untuk posisi hakim Mahkamah Agung maupun jabatan peradilan federal lainnya.





















![[INFOGRAFIS] Rencana Perjalanan Haji 2027: Gelombang Pertama Terbang 11 April](https://image.idntimes.com/post/20260531/upload_387ca8fb793fa442bf3c923192f8d8b2_4e770a24-a927-474f-aa26-9948f027f4e8_watermarked_idntimes-1.jpg)