Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jepang Memasuki Periode Rawan Serangan Beruang Tahun Ini
ilustrasi beruang hitam asia (commons.wikimedia.org/Laura Wolf)
  • Jepang memasuki Oktober, periode peningkatan aktivitas beruang, setelah 13 kematian pada tahun fiskal sebelumnya; tujuh korban terjadi pada Oktober saat laporan kemunculan melonjak.
  • Hingga Juli, tercatat 17.362 kemunculan beruang, sekitar 40 persen lebih tinggi secara tahunan; beruang juga muncul di kawasan perkotaan sejak musim semi.
  • Pemerintah daerah memperluas pencegahan melalui pembersihan habitat dan kamera AI, sementara panen kacang bewuk melimpah diperkirakan mengurangi kemunculan beruang di permukiman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Jepang memasuki periode Oktober ketika aktivitas beruang meningkat. Kondisi ini terjadi setelah serangan beruang menewaskan 13 orang pada tahun fiskal sebelumnya, dengan lebih dari separuh kematian terjadi pada Oktober.

1. Kemunculan beruang meningkat sejak awal tahun

ilustrasi rambu peringatan soal beruang (commons.wikimedia.org/Mariwlqs)

Dilansir The Mainichi, sebanyak 17.362 kemunculan beruang tercatat di Jepang hingga Juli pada tahun fiskal ini. Angka tersebut sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Beruang mulai muncul di kawasan perkotaan sejak awal musim semi setelah masa hibernasi mereka berakhir. Pada April, seekor beruang bertahan sekitar setengah hari di sebuah gedung apartemen di pusat Aoba, Kota Sendai. Pada Juni, beruang lain terlihat di kawasan pertokoan pusat Utsunomiya, sementara Kobe juga mencatat kemunculan beruang pertamanya pada bulan yang sama.

Tahun fiskal sebelumnya mencatat 13 kematian akibat serangan beruang. Sebanyak tujuh orang tewas pada Oktober, ketika tercatat 15.998 laporan kemunculan beruang atau lebih dari 30 persen total laporan pada tahun fiskal tersebut.

CNA melaporkan lebih dari 50 ribu kemunculan beruang tercatat secara nasional sepanjang April 2025 hingga Maret 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam catatan dan lebih dari dua kali lipat rekor dua tahun sebelumnya yang hampir mencapai 25 ribu kemunculan.

2. Pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan

ilustrasi beruang hitam asia (commons.wikimedia.org/Shiv's fotografia)

Pemerintah daerah mempercepat berbagai langkah untuk mengurangi risiko pertemuan beruang dengan manusia. Di Yamagata, pemerintah prefektur membersihkan pepohonan dan semak belukar di sepanjang bantaran sungai agar beruang tidak bergerak dari kawasan pegunungan menuju perkotaan.

Pembersihan dilakukan di sekitar 50 lokasi dan ditargetkan selesai pada awal Oktober. Langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan jarak pandang serta menghilangkan tempat beruang bersembunyi.

Sendai memasang sembilan kamera pendeteksi hewan liar berbasis akal imitasi (AI) pada Mei dan Juni. Jumlahnya direncanakan meningkat menjadi sekitar 50 kamera pada September dan Oktober, terutama di sepanjang sungai yang menjadi jalur utama beruang memasuki kawasan perkotaan.

CNA menyebut Jepang memiliki sekitar 58 ribu beruang yang makin sering bersentuhan dengan manusia. Peningkatan interaksi tersebut mendorong pemerintah memperkuat penanganan beruang, termasuk membentuk posisi menteri baru pada September untuk mengawasi langkah penanggulangannya.

3. Persediaan makanan beruang diperkirakan melimpah

ilustrasi kacang bewuk (commons.wikimedia.org/Albert Bridge)

Sejumlah pemerintah daerah berharap jumlah beruang yang muncul di kawasan permukiman menurun pada musim gugur ini. Panen kacang bewuk, salah satu sumber makanan utama beruang, diperkirakan melimpah tahun ini.

Musim gugur tahun lalu, hasil panen kacang bewuk terbilang buruk. Kondisi itu diyakini mendorong lebih banyak beruang mencari makanan di kawasan berpenduduk sebelum hibernasi.

Shota Mochizuki, profesor madya bidang pengelolaan satwa liar di Universitas Fukushima, mengatakan beruang kemungkinan tidak akan muncul di kawasan perkotaan sebanyak tahun lalu berdasarkan perkiraan melimpahnya kacang bewuk dan sumber makanan lainnya.

Akan tetapi, Mochizuki mengingatkan warga tetap waspada karena jumlah beruang yang terbiasa berada di kawasan permukiman meningkat.

"Saya ingin orang-orang melakukan tindakan pencegahan, seperti membawa lonceng beruang, tanpa berasumsi, 'Saya akan baik-baik saja,'" ujar Mochizuki sebagaimana dikutip The Mainichi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article