Jakarta, IDN Times - Jepang memasuki periode Oktober ketika aktivitas beruang meningkat. Kondisi ini terjadi setelah serangan beruang menewaskan 13 orang pada tahun fiskal sebelumnya, dengan lebih dari separuh kematian terjadi pada Oktober.
Jepang Memasuki Periode Rawan Serangan Beruang Tahun Ini

Take a Deeper Read
1. Kemunculan beruang meningkat sejak awal tahun
Dilansir The Mainichi, sebanyak 17.362 kemunculan beruang tercatat di Jepang hingga Juli pada tahun fiskal ini. Angka tersebut sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Beruang mulai muncul di kawasan perkotaan sejak awal musim semi setelah masa hibernasi mereka berakhir. Pada April, seekor beruang bertahan sekitar setengah hari di sebuah gedung apartemen di pusat Aoba, Kota Sendai. Pada Juni, beruang lain terlihat di kawasan pertokoan pusat Utsunomiya, sementara Kobe juga mencatat kemunculan beruang pertamanya pada bulan yang sama.
Tahun fiskal sebelumnya mencatat 13 kematian akibat serangan beruang. Sebanyak tujuh orang tewas pada Oktober, ketika tercatat 15.998 laporan kemunculan beruang atau lebih dari 30 persen total laporan pada tahun fiskal tersebut.
CNA melaporkan lebih dari 50 ribu kemunculan beruang tercatat secara nasional sepanjang April 2025 hingga Maret 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam catatan dan lebih dari dua kali lipat rekor dua tahun sebelumnya yang hampir mencapai 25 ribu kemunculan.
2. Pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan
Pemerintah daerah mempercepat berbagai langkah untuk mengurangi risiko pertemuan beruang dengan manusia. Di Yamagata, pemerintah prefektur membersihkan pepohonan dan semak belukar di sepanjang bantaran sungai agar beruang tidak bergerak dari kawasan pegunungan menuju perkotaan.
Pembersihan dilakukan di sekitar 50 lokasi dan ditargetkan selesai pada awal Oktober. Langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan jarak pandang serta menghilangkan tempat beruang bersembunyi.
Sendai memasang sembilan kamera pendeteksi hewan liar berbasis akal imitasi (AI) pada Mei dan Juni. Jumlahnya direncanakan meningkat menjadi sekitar 50 kamera pada September dan Oktober, terutama di sepanjang sungai yang menjadi jalur utama beruang memasuki kawasan perkotaan.
CNA menyebut Jepang memiliki sekitar 58 ribu beruang yang makin sering bersentuhan dengan manusia. Peningkatan interaksi tersebut mendorong pemerintah memperkuat penanganan beruang, termasuk membentuk posisi menteri baru pada September untuk mengawasi langkah penanggulangannya.
3. Persediaan makanan beruang diperkirakan melimpah
Sejumlah pemerintah daerah berharap jumlah beruang yang muncul di kawasan permukiman menurun pada musim gugur ini. Panen kacang bewuk, salah satu sumber makanan utama beruang, diperkirakan melimpah tahun ini.
Musim gugur tahun lalu, hasil panen kacang bewuk terbilang buruk. Kondisi itu diyakini mendorong lebih banyak beruang mencari makanan di kawasan berpenduduk sebelum hibernasi.
Shota Mochizuki, profesor madya bidang pengelolaan satwa liar di Universitas Fukushima, mengatakan beruang kemungkinan tidak akan muncul di kawasan perkotaan sebanyak tahun lalu berdasarkan perkiraan melimpahnya kacang bewuk dan sumber makanan lainnya.
Akan tetapi, Mochizuki mengingatkan warga tetap waspada karena jumlah beruang yang terbiasa berada di kawasan permukiman meningkat.
"Saya ingin orang-orang melakukan tindakan pencegahan, seperti membawa lonceng beruang, tanpa berasumsi, 'Saya akan baik-baik saja,'" ujar Mochizuki sebagaimana dikutip The Mainichi.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Tak Mau Ulangi Kesalahan soal Taiwan, PM Jepang Beri Sinyal Melunak ke China07 Oct 2026, 13:28 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- Marinir AS Ditangkap, Dugaan Pembunuhan Perempuan di Jepang04 Oct 2026, 22:19 WIB
- Menhub Ungkap Kelanjutan Impor KRL Bekas dari Jepang04 Oct 2026, 20:35 WIB