Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jepang Naikkan Biaya Visa untuk Warga Asing Mulai Juli 2026
Bendera Jepang (unsplash.com/Roméo A.)
  • Pemerintah Jepang resmi menaikkan biaya visa mulai Juli 2026, dengan tarif baru mencapai lima kali lipat dari sebelumnya untuk visa sekali dan beberapa kali masuk.
  • Kenaikan tarif dipicu inflasi global dan pelemahan yen, serta ditujukan menyesuaikan biaya administrasi dan memperkuat layanan keimigrasian yang terus berkembang.
  • Bersamaan dengan kebijakan ini, Jepang mempercepat digitalisasi layanan visa melalui Japan eVISA dan pengembangan sistem JESTA guna meningkatkan efisiensi serta mobilitas internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang resmi menaikkan tarif pengurusan visa bagi warga negara asing mulai Juli 2026. Keputusan tersebut disahkan dalam rapat kabinet pada Jumat (19/6/2026) dan akan berlaku untuk seluruh permohonan yang diajukan setelah tanggal efektif penerapan aturan.

Kenaikan ini menjadi perubahan pertama terhadap tarif visa Jepang sejak 1978. Pemerintah menyebut kebijakan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan biaya administrasi dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan pengelolaan sistem keimigrasian yang terus berkembang.

1. Biaya visa sekali masuk dan beberapa kali masuk naik

potret bendera Jepang (unsplash.com/HAYASHI KANNA)

Mulai Juli 2026, biaya visa sekali masuk naik dari 3 ribu yen (Rp331,4 ribu) menjadi 15 ribu yen (Rp1,65 juta). Biaya visa beberapa kali masuk naik dari 6 ribu yen (Rp662,8 ribu) menjadi 30 ribu yen (Rp3,31 juta). Kenaikan berlaku untuk semua pemohon visa yang mengajukan permohonan setelah aturan baru berlaku. Meski biaya naik cukup tinggi, pemerintah Jepang yakin negaranya tetap menarik sebagai tujuan wisata internasional.

“Kami rasa kebijakan ini tidak akan langsung memengaruhi jumlah wisatawan yang datang,” kata Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, dikutip Kyodo News.

Pemerintah juga menjelaskan, penyesuaian tarif ini bertujuan membuat biaya visa Jepang setara dengan biaya di sejumlah negara maju lain.

2. Inflasi dan pelemahan yen jadi pertimbangan utama

ilustrasi bendera Jepang (unsplash.com/colt10jordan)

Pemerintah menyebut kenaikan biaya visa dipengaruhi oleh meningkatnya biaya operasional akibat inflasi global dan melemahnya nilai tukar yen dalam beberapa tahun terakhir. Tambahan pendapatan dari tarif baru akan digunakan untuk mendukung layanan keimigrasian, termasuk melayani warga asing yang jumlahnya terus bertambah di Jepang.

Sementara itu, pemerintah terus memantau pergerakan nilai tukar yen dan siap mengambil tindakan jika gejolak pasar dinilai mengganggu stabilitas ekonomi.

“Kami tidak berubah sikap. Kami akan tetap mengambil langkah tegas saat diperlukan,” ujar Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama.

3. Jepang percepat digitalisasi layanan visa dan paspor

Ilustrasi bendera jepang (unsplash.com/Alexander Grigoryev)

Kenaikan tarif ini berjalan bersamaan dengan modernisasi layanan keimigrasian. Melalui platform Japan eVISA, warga dari sejumlah negara kini sudah bisa mengajukan visa turis secara daring. Pemerintah juga sedang mengembangkan sistem izin perjalanan elektronik bernama JESTA. Sistem ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun anggaran 2028.

Kabinet juga menyetujui perubahan Undang-Undang Paspor yang memungkinkan biaya pembuatan paspor bagi warga Jepang turun. Langkah ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak warga, terutama generasi muda, untuk bepergian ke luar negeri.

“Kami berharap penurunan biaya paspor memudahkan orang mendapatkan paspor. Ini juga akan membantu meningkatkan pertukaran internasional melalui perjalanan ke luar negeri, khususnya bagi generasi muda,” ujar Toshimitsu Motegi.

Pemerintah berharap perpaduan antara digitalisasi layanan, perubahan aturan, dan penyesuaian tarif ini dapat membuat sistem imigrasi lebih efisien dan mendukung mobilitas orang antarnegara di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article