Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

2 Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Akan Relokasi ke Vietnam

2 Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Akan Relokasi ke Vietnam
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta (IDN Times/M. Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Said Iqbal mengungkap potensi relokasi dua pabrik komponen otomotif Jepang di Pasuruan dan Mojokerto ke Vietnam, yang bisa memicu ribuan PHK akibat ketidakpastian ekonomi global.
  • Vietnam dinilai lebih kompetitif dalam pengembangan mobil listrik dibanding Indonesia, membuat prinsipal Jepang mempertimbangkan pemindahan sebagian produksi ke negara tersebut.
  • Said Iqbal meminta serikat pekerja bernegosiasi dengan perusahaan dan akan melaporkan hasilnya kepada Presiden Prabowo untuk menentukan langkah mitigasi cepat terkait ancaman relokasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengungkapkan adanya ancaman pemindahan sebagian produksi industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Potensi relokasi itu ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kawasan industri di Jawa Timur.

Menurut Said, terdapat dua perusahaan besar pemasok komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto yang berpotensi terdampak. Kedua perusahaan tersebut merupakan bagian dari rantai pasok perusahaan Jepang.

Ia mengatakan, ancaman tersebut muncul di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berkepanjangan.

“Jadi perusahaan komponen otomotif di daerah Pasuruan dan Mojokerto bisa terdampak, di dua perusahaan ini ribuan karyawannya ter-PHK,” kata Said dalam konferensi pers virtual, Minggu (21/6/2026).

1. Prinsipal Jepang mulai alihkan fokus ke Vietnam

bendera Vietnam (unsplash.com/erika m)
bendera Vietnam (unsplash.com/erika m)

Said menjelaskan, informasi awal yang diperolehnya menunjukkan prinsipal dari Jepang tengah melakukan diversifikasi produk dan mengalihkan fokus pengembangan kendaraan listrik. Akibatnya, sebagian produksi yang selama ini dilakukan di Indonesia berpotensi dipindahkan ke negara lain.

“Situasi perang yang tidak menentu membuat prinsipal, kebetulan perusahaan Jepang, akan memindahkan ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemindahan tersebut belum dilakukan sepenuhnya, melainkan baru sebagian.

2. Vietnam dinilai lebih kompetitif untuk industri mobil listrik

ilustrasi sebuah mobil listrik yang sedang diisi daya
ilustrasi sebuah mobil listrik yang sedang diisi daya (pexels.com/Mike Bird)

Menurut Said, Vietnam saat ini menjadi tujuan pengembangan industri kendaraan listrik oleh prinsipal Jepang. “Karena ini mobil, jadi mereka akan berfokus di mobil listrik, yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia,” katanya.

Ia menilai daya saing industri kendaraan listrik di Indonesia masih belum cukup kuat dibandingkan Vietnam.

“Karena di Indonesia rupanya mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik,” ujarnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, dapat berdampak pada ribuan pekerja apabila relokasi benar-benar dilakukan.

3. Akan lapor ke Presiden Prabowo

2 Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Akan Relokasi ke Vietnam
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Jerman, Frank Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Untuk mencegah perpindahan produksi, Said mengaku telah meminta serikat pekerja bernegosiasi dengan perusahaan guna meyakinkan prinsipal agar tetap mempertahankan investasi di Indonesia. Ia mengatakan, hasil pembicaraan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara, dan pimpinan DPR RI.

“Nah dari hasil dialog itu nanti saya akan lapor ke Bapak Presiden, tembusan ke Mensesneg dan pimpinan DPR RI dalam hal ini Wakil Ketua DPR RI Pak Sufmi Dasco, apa langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah karena ini menyangkut kebijakan, terutama policy terhadap mobil listrik,” ujarnya.

Said menegaskan Presiden Prabowo menginginkan langkah mitigasi dilakukan secara cepat dengan turun langsung ke lapangan. “Strateginya datang, karena itu yang diinginkan oleh Presiden, datang,” kata Said Iqbal.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More