Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jet Israel Kembali Gempur Lebanon Meski Gencatan Senjata
jet F-35I milik Israel. (commons.wikimedia.org/U.S Air Force)
  • Israel kembali melancarkan serangan udara dan artileri ke Lebanon selatan, menewaskan dua warga sipil dan enam anggota Hizbullah meski gencatan senjata baru diperpanjang.
  • Hizbullah membalas dengan menembakkan roket serta menjatuhkan drone Israel, sambil menuding Tel Aviv melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru disetujui.
  • Pelanggaran terjadi hanya beberapa jam setelah perpanjangan gencatan senjata diumumkan oleh AS, sementara PM Netanyahu menegaskan pasukan Israel tetap bertahan di perbatasan Lebanon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Serangan udara dan tembakan artileri Israel kembali menggempur sejumlah titik di wilayah Lebanon selatan pada Jumat (24/4/2026). Rangkaian serangan ini terjadi meski kedua belah pihak baru saja menyepakati perpanjangan masa gencatan senjata.

Militer Israel menyatakan pasukannya terlibat baku tembak dengan anggota Hizbullah di perbatasan. Militer Israel juga memerintahkan warga sipil di sekitar lokasi target operasi untuk segera mengosongkan tempat tinggal mereka.

1. Israel serang Lebanon selatan dengan pesawat dan artileri

Pesawat tempur Israel melancarkan tiga serangan di kawasan pemukiman kota Deir Aames, distrik Tyre. Ledakan juga dilaporkan terdengar akibat operasi penghancuran bangunan oleh militer Israel di wilayah Al-Bayyada.

Tembakan artileri Israel turut menyasar kawasan pinggiran Mansouri dan Bayt Siyad. Selain itu, gempuran di kota Yater mengakibatkan sejumlah penduduk setempat mengalami luka-luka.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi dua warganya tewas akibat serangan Israel di kawasan Touline. Sementara itu, militer Israel mengklaim pihaknya berhasil membunuh enam pejuang Hizbullah dalam insiden baku tembak di Bint Jbeil.

2. Hizbullah luncurkan serangan balasan ke posisi Israel

Menghadapi rentetan serangan Israel, kelompok bersenjata Hizbullah langsung melancarkan aksi balasan. Mereka menembakkan roket ke arah posisi pasukan Israel yang masih menduduki wilayah selatan.

Pasukan Hizbullah juga menggunakan rudal untuk menembak jatuh sebuah drone milik militer Israel. Di sisi lain, Tel Aviv juga mengonfirmasi pihaknya berhasil mencegat drone yang berupaya masuk ke wilayahnya.

Anggota parlemen dari kubu Hizbullah, Ali Fayyad, mengkritik serangkaian pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Menurutnya, perpanjangan status gencatan senjata menjadi tidak berguna ketika militer Israel terus melakukan provokasi.

"Gencatan senjata ini tidak bermakna mengingat Israel terus melakukan tindakan permusuhan, termasuk pembunuhan, tembakan artileri, dan baku tembak. Setiap serangan Israel memberikan kami hak untuk membalas," ujar Fayyad, dilansir Al Jazeera.

3. Pelanggaran hanya berselang beberapa jam usai kesepakatan

Pelanggaran terjadi hanya berselang beberapa jam usai pengumuman perpanjangan gencatan senjata selama tiga pekan penuh. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya mengumumkan kesepakatan tersebut seusai memimpin pertemuan para duta besar di Washington.

Gencatan senjata yang difasilitasi oleh pemerintah AS ini sebenarnya sudah berjalan selama sepuluh hari terhitung sejak pertengahan April. Draf awal perjanjian menyebutkan bahwa Israel tetap berhak untuk membalas serangan dari Hizbullah.

Perdana Menteri Israel (PM) Benjamin Netanyahu menolak wacana penarikan seluruh pasukannya dari kawasan perbatasan Lebanon. Tentara Israel berniat terus mempertahankan zona keamanan sejauh sepuluh kilometer di dalam wilayah Lebanon.

"Kami ada di sana, dan kami tidak akan pergi," tutur Netanyahu, dilansir BBC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team