Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Indonesia Minta Jaminan Keamanan Pasukan Perdamaian di Lebanon

Indonesia Minta Jaminan Keamanan Pasukan Perdamaian di Lebanon
Foto prajurit kepala Rico Pramudia yang gugur usai menjalani perawatan medis di rumah sakit di Lebanon. Rico terluka dalam serangan proyektil militer Israel pada Minggu (29/3/2026). (Dok. UNIFIL)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah Indonesia meminta PBB menjamin keamanan pasukan perdamaian setelah gugurnya Praka Rico Pramudia akibat serangan tank Israel di Lebanon, yang juga menewaskan Praka Farizal Rhomadhon.
  • Kementerian Luar Negeri mendesak investigasi menyeluruh dan transparan dari PBB atas insiden tersebut serta memperkuat perlindungan bagi personel UNIFIL melalui evaluasi keselamatan dan mitigasi risiko.
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan rotasi pasukan perdamaian tetap berlangsung Mei 2026 dengan 753 prajurit dipulangkan, sementara satu prajurit terluka akan dirawat di Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia meminta kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar ada jaminan keselamatan dan keamanan bagi pasukan penjaga perdamaian. Pernyataan itu disampaikan usai kembali jatuh korban meninggal dari personel TNI yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Jumat (24/4/2026).

Prajurit Kepala Rico Pramudia akhirnya mengembuskan napas terakhir usai dirawat hampir satu bulan di sebuah rumah sakit di Beirut. Ia termasuk personel TNI yang ikut terkena proyektil dari tank militer Israel pada Minggu (29/3/2026) malam. Selain Rico, Praka Farizal Rhomadhon juga menjadi korban di hari yang sama. Namun, ia meninggal di tempat.

"Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," demikian tulis Kementerian Luar Negeri di dalam platform media sosial, dikutip Sabtu (25/4/2026).

Dengan gugurnya Rico, maka total sudah ada empat prajurit TNI yang meninggal dalam misi UNIFIL. Ini merupakan korban jiwa terbesar dalam misi UNIFIL sejak Indonesia terlibat pada 2006 lalu. Kemlu menyebut, pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbannya menjaga perdamaian dunia," tutur Kemlu.

1. Luka yang dialami Praka Rico tergolong berat

UNIFIL, TNI
Prajurit TNI ketika bertugas di UNIFIL. (Dokumentasi TNI AD)

Lebih lanjut, Kemlu mengatakan, sejak menjadi korban tembakan proyektil Israel, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi secara erat dan intensif dengan pihak UNIFIL, otoritas Lebanon dan tim medis di Beirut. Penanganan medis telah dilakukan secara cepat dan optimal.

"Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tak dapat diselamatkan," ujar Kemlu.

Belum ada informasi dari Kemlu kapan jenazah Rico akan dipulangkan ke Tanah Air. Sementara, rumah duka Praka Rico berada di Medan, Sumatra Utara.

2. Indonesia terus desak PBB untuk lakukan investigasi menyeluruh

Lebanon, TNI, UNIFIL
Tampak depan markas UNIFIL di area Lebanon. (Dokumentasi Puspen TNI)

Kemlu juga mendesak PBB untuk terus melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan dan akuntabel untuk mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Selain itu, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan.

"Termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL," tutur dia.

Padahal, ratusan personel TNI yang kini tengah bertugas di UNIFIL dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada akhir Mei mendatang. Mereka telah bertugas di Lebanon selama hampir satu tahun.

3. Panglima TNI akan rotasi pasukan perdamaian pada Mei 2026

Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Meski empat prajurit TNI sudah gugur, namun pemerintah tetap memutuskan untuk terus mengirimkan pasukan perdamaian ke misi UNIFIL. Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan, rotasi personel TNI yang bertugas di misi UNIFIL akan berlangsung pada Mei mendatang. Berdasarkan data dari Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, ada 753 prajurit yang akan kembali dari Lebanon.

Semula, dijadwalkan 756 pasukan yang dipulangkan. Namun, tiga prajurit TNI gugur ketika bertugas di misi UNIFIL. "Mei, memang sudah habis (waktu masa tugasnya). Jadi, Mei kembali," ujar Agus di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/4/2026) malam.

Selain itu, ia juga menyebut ada satu prajurit TNI yang terluka akan dipulangkan dan menjalani perawatan lebih lanjut di Jakarta. Pemerintah sedang mencarikan tiket pesawat bagi prajurit TNI yang terluka itu.

"Ada (personel) yang sudah membaik, alhamdulillah. Segera dikembalikan ke Jakarta untuk perawatan. Satu orang. Saat ini sedang dicarikan tiketnya (pesawat) untuk kembali," ujar Jenderal bintang empat itu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More