ilustrasi Kanada (unsplash.com/Andrew Ly)
Salah satu hasil yang paling mengejutkan datang dari kategori lingkungan alami atau natural environment. Kanada hanya menempati posisi ke-63 dunia, menjadikannya kategori dengan performa terlemah dibanding bidang lainnya. Banyak orang mungkin mengira Kanada akan mendapat nilai tinggi karena memiliki hutan luas, danau yang melimpah, serta pemandangan alam yang terkenal. Namun, sistem penilaian baru melihat aspek yang jauh lebih luas daripada sekadar keindahan alam.
Faktor seperti emisi karbon, keanekaragaman hayati, ruang hijau perkotaan, kualitas udara, hingga perlindungan sumber daya alam turut dihitung. Kanada memang memperoleh nilai baik untuk kualitas udara, tapi kurang unggul pada beberapa indikator lainnya, termasuk kekayaan spesies. Hasil ini menunjukkan bahwa negara dengan alam indah belum tentu otomatis mendapatkan skor lingkungan tinggi. Penilaian lebih menitikberatkan pada bagaimana sumber daya alam tersebut dikelola dan dilindungi dalam jangka panjang.
Keluarnya Kanada dari posisi 10 besar negara terbaik dunia memang menarik perhatian banyak orang. Akan tetapi, perubahan ini lebih banyak dipengaruhi oleh metode penilaian baru yang menggunakan data statistik nyata dibanding persepsi publik. Kanada masih menunjukkan kekuatan pada sektor budaya, pariwisata, serta stabilitas pemerintahan.
Di sisi lain, tantangan pada bidang ekonomi, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan menjadi area yang perlu diperbaiki. Hasil ini sekaligus menjadi pengingat bahwa reputasi saja gak cukup, karena kondisi nyata suatu negara kini semakin menjadi fokus utama dalam berbagai pemeringkatan global.