Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jelang Piala Dunia 2026, AS-Kanada-Meksiko Perketat Antisipasi Ebola

Jelang Piala Dunia 2026, AS-Kanada-Meksiko Perketat Antisipasi Ebola
Ilustrasi Trofi Piala Dunia (unsplash.com/Fauzan Saari)
Intinya Sih
  • AS, Kanada, dan Meksiko sepakat memperketat pengawasan kesehatan bagi pelaku perjalanan dari Afrika berisiko tinggi Ebola menjelang Piala Dunia 2026 di kawasan Amerika Utara.
  • Pemerintah AS, Kanada, dan Meksiko menerapkan pembatasan masuk serta karantina 21 hingga 90 hari bagi pelaku perjalanan dari Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan.
  • WHO menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai darurat kesehatan global dan memperingatkan risiko penyebaran lintas negara yang mendorong koordinasi internasional lebih ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada sepakat memperketat prosedur kesehatan publik bagi pelaku perjalanan yang datang dari wilayah Afrika dengan risiko Ebola tertinggi. Kebijakan bersama itu diumumkan Kamis (27/5/2026) di tengah persiapan kawasan Amerika Utara menyambut Piala Dunia 2026.

Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menegaskan, perlindungan kesehatan warga dan pengunjung menjadi prioritas utama selama jutaan orang diperkirakan datang ke kawasan tersebut.

"Kesehatan dan keselamatan setiap orang di kawasan ini tetap menjadi prioritas tertinggi kami saat menyambut dunia ke Amerika Utara," demikian isi pernyataan bersama ketiga negara, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (28/5/2026).

Meski, tidak merinci seluruh bentuk kebijakan yang diselaraskan, langkah itu diambil setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern).

WHO sebelumnya memperingatkan adanya risiko tinggi penyebaran Ebola ke negara-negara tetangga di Afrika. Keputusan tersebut mendorong sejumlah negara meningkatkan pengawasan dan pembatasan perjalanan internasional.

1. AS perluas pembatasan masuk dari Afrika

ilustrasi nonton Piala Dunia langsung (pexels.com/Earth Photart)
ilustrasi nonton Piala Dunia langsung (pexels.com/Earth Photart)

Amerika Serikat menjadi salah satu negara pertama yang memperketat aturan masuk setelah status darurat diumumkan oleh WHO. Pekan lalu, pemerintah AS melarang warga non-AS yang baru bepergian dari Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.

Pada Jumat (29/5/2026), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperluas kebijakan itu kepada pemegang kartu izin tinggal tetap atau green card yang berada di negara-negara tersebut dalam 21 hari terakhir.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan potensi masuknya kasus Ebola ke wilayah Amerika Serikat. Pemerintah AS belum menjelaskan berapa lama kebijakan tersebut akan diberlakukan. Namun, kebijakan itu menjadi bagian dari langkah regional bersama Amerika Utara dalam menghadapi risiko penyebaran wabah menjelang meningkatnya mobilitas internasional.

2. Kanada dan Meksiko terapkan karantina

Wabah Ebola.
ilustrasi wabah Ebola (pexels.com/CDC)

Kanada juga menerapkan kebijakan ketat terhadap pelaku perjalanan dari wilayah terdampak Ebola. Pemerintah Kanada melarang penduduk dari Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke negara tersebut selama 90 hari mulai Rabu (27/5/2026).

Selain itu, warga Kanada, penduduk tetap, dan warga asing lain yang baru kembali dari wilayah terdampak namun tidak menunjukkan gejala diwajibkan menjalani karantina selama 21 hari mulai 30 Mei. Kebijakan itu diumumkan melalui pernyataan resmi badan kesehatan publik Kanada.

Sementara itu, pemerintah Meksiko memperketat pemeriksaan Ebola di bandara-bandara internasional. Menteri Kesehatan Meksiko, David Kershenovich, juga meminta masyarakat menghindari perjalanan ke Republik Demokratik Kongo. Selain itu, pelaku perjalanan yang datang dari negara tersebut diminta menjalani karantina mandiri selama 21 hari.

3. WHO peringatkan risiko penyebaran Ebola

Orang-orang sedang memakai baju khusus tenaga medis.
ilustrasi wabah Ebola (unsplash.com/Gani Nurhakim)

WHO pada 17 Mei 2026 lalu menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai darurat kesehatan global setelah meningkatnya kekhawatiran penyebaran lintas negara.

Lembaga Kesehatan Dunia tersebut menilai risiko penyebaran ke negara-negara tetangga cukup tinggi sehingga diperlukan koordinasi internasional yang lebih kuat. Penetapan status darurat global biasanya dilakukan WHO ketika wabah dinilai berpotensi menyebar secara luas dan membutuhkan respons internasional segera.

Sejumlah negara kemudian mulai memperketat aturan perjalanan, terutama terhadap pelaku perjalanan dari wilayah yang terdampak langsung oleh wabah. Amerika Utara menjadi salah satu kawasan yang mengambil langkah bersama karena akan menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional besar, termasuk Piala Dunia. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan mengenai penularan Ebola di wilayah Amerika Utara terkait wabah terbaru tersebut.

Share Article
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More