Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perkuat Indo-Pasifik, Kanada Permudah Masuk WNI dengan Skema eTA

Perkuat Indo-Pasifik, Kanada Permudah Masuk WNI dengan Skema eTA
ilustrasi Kanada (unsplash.com/Sandro Schuh)
Intinya Sih
  • Pemerintah Kanada meluncurkan skema eTA bagi WNI dan warga Malaysia yang memenuhi syarat, menggantikan visa reguler untuk perjalanan udara atau transit mulai 26 Mei 2026.
  • Kebijakan ini mencerminkan pengakuan Kanada terhadap posisi strategis Indonesia sebagai mitra dagang utama di Asia Tenggara dengan nilai perdagangan bilateral mencapai miliaran dolar AS.
  • Langkah tersebut menjadi bagian strategi Kanada memperkuat koneksi bisnis, menarik talenta global, serta meningkatkan mobilitas masyarakat dan kerja sama ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kanada mengumumkan perubahan aturan perjalanan bagi warga negara Indonesia dan Malaysia yang dinilai akan mempermudah akses masuk ke negara tersebut. Mulai Selasa (26/5/2026), sebagian warga Indonesia (WNI) yang memenuhi syarat dapat mengajukan electronic travel authorization (eTA) sebagai pengganti visa saat bepergian atau transit melalui jalur udara ke Kanada.

Kebijakan itu diumumkan Menteri Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada Lena Metlege Diab di tengah upaya Ottawa memperkuat hubungan dagang, investasi, dan kemitraan strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Pemerintah Kanada menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperdalam keterlibatan dengan negara-negara Asia, termasuk Indonesia yang dinilai memiliki posisi ekonomi penting di kawasan Asia Tenggara. Dalam keterangan tertulisnya, pemerintah Kanada menegaskan perubahan aturan itu tetap dilakukan dengan mempertahankan standar keamanan perbatasan yang ketat.

“Perubahan persyaratan visa bagi pelancong yang memenuhi syarat dari Indonesia dan Malaysia merupakan bagian dari upaya pemerintah secara menyeluruh untuk memperdalam keterlibatan Kanada di Indo-Pasifik, mendukung perdagangan dan investasi, serta mempermudah masyarakat untuk terhubung, berbisnis, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang Kanada,” kata Lena Metlege Diab, dalam keterangan yang diterima IDN Times.

Kebijakan baru ini langsung menarik perhatian karena berpotensi mempermudah perjalanan bisnis maupun kunjungan warga Indonesia ke Kanada tanpa proses visa reguler yang lebih panjang.

1. WNI dengan visa Kanada atau AS bisa ajukan eTA

Perkuat Indo-Pasifik, Kanada Permudah Masuk WNI dengan Skema eTA
Paspor Indonesia (vecteezy.com/Cindhy Ade)

Dalam aturan terbaru tersebut, warga negara Indonesia yang pernah memiliki visa tinggal sementara Kanada (temporary resident visa/TRV) dalam 10 tahun terakhir berpeluang menggunakan skema eTA. Selain itu, warga Indonesia yang saat ini memiliki visa non-imigran Amerika Serikat yang masih berlaku juga dapat memenuhi syarat untuk mengajukan eTA.

Melalui sistem ini, pelancong tidak lagi perlu mengurus visa reguler ketika bepergian ke Kanada menggunakan jalur udara atau sekadar transit di negara tersebut. Pemerintah Kanada menjelaskan bahwa warga Indonesia yang masih memiliki visa Kanada yang valid tetap dapat menggunakannya untuk masuk ke Kanada seperti biasa.

Sistem eTA sendiri digunakan pemerintah Kanada untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap penumpang pesawat sebelum keberangkatan.

“Kanada tetap berkomitmen memprioritaskan keselamatan dan keamanan perbatasannya sambil membuat perjalanan lebih efisien bagi orang-orang yang berkunjung atau menjalankan bisnis di Kanada,” demikian pernyataan pemerintah Kanada.

2. Indonesia jadi mitra penting Kanada di Asia Tenggara

Perkuat Indo-Pasifik, Kanada Permudah Masuk WNI dengan Skema eTA
Bendera Indonesia (unsplash.com/@bismamahendra07)

Dalam penjelasannya, pemerintah Kanada menyoroti posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara sekaligus salah satu mitra dagang utama Kanada di kawasan. Pada 2025, Indonesia tercatat menjadi mitra perdagangan barang terbesar ketiga Kanada di Asia Tenggara dengan total perdagangan bilateral mencapai 6,75 miliar dolar AS.

Sementara nilai ekspor barang Kanada ke Indonesia mencapai 3 miliar dolar AS pada tahun yang sama. Angka itu menjadikan Indonesia sebagai pasar ekspor terbesar kedua Kanada di Asia Tenggara dan peringkat ke-17 secara global. Kanada menilai hubungan ekonomi yang semakin kuat dengan Indonesia menjadi alasan penting untuk memperluas konektivitas antarmasyarakat dan dunia usaha.

Selain Indonesia, Malaysia juga mendapat fasilitas serupa dalam kebijakan terbaru tersebut. Perdagangan bilateral Kanada-Malaysia bahkan disebut meningkat 60 persen sejak 2020. Nilai perdagangan kedua negara naik dari 3,8 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 6,1 miliar dolar AS pada 2025.

3. Kanada ingin perkuat koneksi bisnis dan talenta global

Ilustrasi bendera Kanada
Ilustrasi bendera Kanada (pexels.com/Ali Kazal)

Pemerintah Kanada menyebut, perubahan aturan perjalanan ini tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi nasional. Lena Metlege Diab mengatakan Kanada sedang berupaya menarik talenta terbaik dunia sekaligus memperluas peluang bisnis internasional bagi perusahaan dan pekerja Kanada.

“Kanada sedang bekerja untuk menarik talenta terbaik dunia, memperkuat kemitraan global, dan menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha dan pekerja Kanada,” ujarnya.

Menurut data pemerintah Kanada, sepanjang 2025 negara itu menerima sekitar 18.300 pengunjung asal Indonesia dan 11.500 pengunjung dari Malaysia. Dengan adanya skema eTA, Kanada berharap mobilitas masyarakat dan hubungan bisnis dengan kawasan Indo-Pasifik dapat meningkat lebih cepat.

Share Article
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More