Comscore Tracker

UE: 150 Ribu Prajurit Rusia Bersiaga di Perbatasan Ukraina

Perselisihan semakin serius

Brussel, IDN Times - Diplomat Uni Eropa, Josep Borrell, pada hari Senin (19/04), menyatakan bahwa lebih dari 150 ribu Prajurit Rusia tengah bersiaga penuh di sepanjang perbatasan Rusia-Ukraina hingga Semenanjung Krimea.

Pernyataan itu disampaikan Borrell setelah Uni Eropa melakukan pertemuan khusus dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, yang membahas situasi terkini di Ukraina dan ancaman agresi dari Federasi Rusia, seperti yang dilansir dari Reuters

1. Tercatat sebagai pergerakan terbesar yang dilakukan Militer Rusia terhadap Ukraina

UE: 150 Ribu Prajurit Rusia Bersiaga di Perbatasan UkrainaPasukan Rusia tengah melakukan latihan parade militer Hari Kemenangan yang akan diselenggarakan pada 9 Mei 2021 nanti. twitter.com/mod_russia

Dikarenakan jumlah prajurit yang banyak, Uni Eropa mengakui pergerakan yang sedang dilakukan Militer Rusia sampai saat ini tidak lah main-main. Dikutip dari Euronews, menurut Josep Borrell dengan berkumpulnya lebih dari 150 ribu Prajurit Rusia di perbatasan Rusia-Ukraina, hal itu tercatat sebagai jumlah tertinggi yang pernah dicapai Rusia selama konfliknya dengan Ukraina dimulai pada tahun 2014.

Ketika dimintai keterangan mengenai asal data jumlah Prajurit Rusia yang dimilikinya, Borrell menolak untuk menjelaskan karena informasi tersebut bersifat rahasia. Masih belum diketahui pasti apakah benar Rusia sudah mengerahkan 150 ribu prajurit ke perbatasan Rusia-Ukraina, tetapi berdasarkan informasi yang sempat disampaikan Militer Ukraina beberapa hari yang lalu, mereka memperkirakan hanya terdapat 80 ribu Prajurit Rusia di dekat perbatasannya.

2. Uni Eropa belum pertimbangkan sanksi baru untuk Rusia

UE: 150 Ribu Prajurit Rusia Bersiaga di Perbatasan UkrainaCanterbury

Baca Juga: Rusia Ingin India Produksi Lebih Banyak Alutsista Rusia

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina karena pergerakan aktif Militer Rusia ternyata belum cukup bagi Uni Eropa untuk memberikan hukuman baru kepada Moskow. Situasi ini dibenarkan Diplomat Uni Eropa, Josep Borrell, dimana ia memastikan jika UE belum mempertimbangkan sanksi ekonomi baru maupun pengusiran Diplomat Rusia sebagai hukuman atas penimbunan alutsista Militer Rusia di perbatasannya dengan Ukraina, dilansir dari Reuters.

Meskipun begitu, Uni Eropa mencap situasi yang dihadapi Rusia dan Ukraina sekarang sangatlah riskan sehingga perselisihan lebih lanjut dapat mempersulit upaya damai. Sama halnya dengan Pakta Pertahanan NATO,  Uni Eropa juga sangat berharap Rusia dapat menarik mundur pasukannya sebagai bentuk de-eskalasi konflik guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

3. Hubungan Rusia-Ukraina semakin buruk

UE: 150 Ribu Prajurit Rusia Bersiaga di Perbatasan UkrainaLambang Militer dan Bendera Republik Ukraina. twitter.com/ZelenskyyUa

Pahitnya hubungan Rusia-Ukraina semenjak keterlibatan penuh Moskow dalam gejolak domestik Ukraina pada tahun 2014, tentu menghasilkan kebencian yang mendalam di antara kedua negara sedarah tersebut. Dilaporkan Euronews, dalam beberapa hari terakhir relasi Moskow dan Kiev terlihat semakin memburuk, salah satunya merupakan keputusan Rusia untuk mengusir seorang Diplomat Ukraina atas tuduhan spionase.

Tidak hanya itu, Ukraina juga terlihat terus mendesak negara-negara barat untuk bertindak dengan memberikan sanksi ekonomi yang lebih berat terhadap Rusia dan jaminan perlindungan kedaulatan Ukraina dari ancaman agresi Militer Rusia. Lepasnya pengaruh Kremlin di Ukraina yang sangat kental akibat Gerakan Euromaidan pada tahun 2014 lalu, terus menjadi alasan mengapa Rusia tidak akan pernah mengizinkan Ukraina untuk berpaling ke NATO maupun Uni Eropa sampai titik darah penghabisan.

Baca Juga: Rusia Kirim Dua Kapal Perang ke Laut Hitam

Karl Gading S. Photo Verified Writer Karl Gading S.

History Lovers and International Conflict Observer....

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya