Jakarta, IDN Times - Paus Leo XIV tiba di Bandara Internasional Yaounde Nsimalen, Kamerun, pada Rabu (15/4/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari perjalanan apostolik selama sebelas hari di Afrika, yang juga mencakup Aljazair, Angola, dan Guinea Khatulistiwa. Namun, agenda ini turut dibayangi oleh ketegangan diplomatik dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang sebelumnya melontarkan kritik publik terhadap kepemimpinan Gereja Katolik.
Perselisihan ini bermula dari perbedaan pandangan mengenai aksi militer di Timur Tengah. Saat ini, Afrika merupakan basis penting bagi gereja Katolik dengan populasi umat mencapai 288 juta orang. Sebagian masyarakat di Afrika merasa kurang nyaman dengan gaya komunikasi Presiden Trump yang dinilai mengabaikan aspek kemanusiaan. Mereka memandang bahwa kritik terhadap Paus menyinggung batas kesopanan, mengingat peran besar institusi gereja dalam menyediakan layanan kesehatan dan sosial di berbagai wilayah Afrika.
