"Pariwisata Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang sangat positif. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kunjungan wisman serta meningkatnya rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan. Ini membuktikan bahwa strategi penguatan kualitas destinasi mulai membuahkan hasil," katanya dalam Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata, mengutip ANTARA, Sabtu (6/6/2026).
Menpar: Pariwisata RI Tumbuh Positif di Tengah Dinamika Geopolitik Global

- Menpar Widiyanti Putri Wardhana menyatakan pariwisata Indonesia tumbuh positif, didorong peningkatan kunjungan wisman dan pengeluaran per kunjungan meski ada dinamika geopolitik global.
- Data BPS menunjukkan 4,68 juta kunjungan wisman Januari–April 2026, naik 8,24 persen dari tahun sebelumnya; Malaysia, Australia, dan Tiongkok jadi penyumbang terbesar.
- Pemerintah fokus pada pariwisata berkelanjutan lewat sertifikasi halal di 1.116 desa wisata serta dukungan terhadap UMKM dan 125 acara Karisma Event Nusantara 2026.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyebut peningkatan angka kunjungan wisatawan mancanegara selama April 2026 menunjukkan sektor usaha pariwisata Indonesia berada di jalur pertumbuhan yang positif.
Widiyanti menyampaikan bahwa sektor usaha kepariwisataan Indonesia tetap tumbuh di tengah dinamika geopolitik global.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan atau meningkat 7,22 persen dari 1,16 juta kunjungan pada bulan yang sama tahun sebelumnya.
Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta kunjungan atau tumbuh 8,24 persen dari 4,33 juta kunjungan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia pada April 2026 paling banyak berasal dari Malaysia (207.957 kunjungan), diikuti Australia (157.960 kunjungan), Tiongkok (133.986 kunjungan), Singapura (111.439 kunjungan), dan Timor-Leste (75.477 kunjungan).
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara berdampak pada penerimaan devisa negara.
Bank Indonesia mencatat devisa dari pariwisata pada Triwulan I 2026 mencapai 4,05 miliar dolar AS atau sekitar Rp68,28 triliun, meningkat 6,30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, yang tercatat 3,81 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,29 triliun.
Pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan atau tumbuh 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kementerian Pariwisata dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata pada 20–21 Mei 2026 membahas penyelarasan kebijakan untuk mencapai target pembangunan pariwisata nasional tahun 2029.
Pemerintah mendorong penerapan praktik usaha pariwisata berkelanjutan, yang mencakup upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian daya dukung destinasi.
Kementerian Pariwisata juga memperkuat ekosistem pariwisata ramah Muslim berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, yang mencakup program sertifikasi produk halal bagi para pelaku usaha di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi.
Selain itu, kementerian mendorong pengembangan desa wisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah.
Melalui Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Kementerian Pariwisata juga mendukung penyelenggaraan 125 kegiatan/acara terkurasi di berbagai daerah di Indonesia.


















