Momen Bahlil Kaget Lagu My Little Bolu Ketan Bergema di Mubes Kosgoro

- Lagu 'My Little Bolu Ketan' sempat mengundang tawa saat Bahlil Lahadalia naik podium di pembukaan Mubes V Kosgoro 1957, namun ia menanggapinya santai sebagai hiburan bagi peserta.
- Dalam pidatonya, Bahlil mengenang sejarah Kosgoro yang pernah hampir berpisah dari Golkar dan menegaskan peran organisasi itu dalam perjuangan politik serta pembangunan ekonomi bangsa.
- Sari Yuliati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026–2031 setelah seluruh peserta Mubes memberikan dukungan bulat dalam sidang yang berlangsung demokratis.
Jakarta, IDN Times - Ada momen menarik yang terjadi di saat pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 di kawasan Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat, 5 Juni 2026. Tiba-tiba lagu 'My Little Bolu Ketan' bergema ketika Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia hendak naik ke podium untuk memberikan pidato. Bahlil pun terkejut sambil tepuk jidat ketika mendengar lagu 'My Little Bolu Ketan' dimainkan di area ballroom.
"Saya tuh tadi serius mendengar pidato sahabat saya, Pak Dave. Saya lihat UMKM, koperasi, hati-hati Pak Maman terancam bapak malam ini," ujar Bahlil merespons lagu tersebut diputar di area ballroom sambil tertawa.
"Tadi, saya serius, begitu naik (diputar) MBG (Mas Bahlil Ganteng), aduh bubar lagi pikiran saya," imbuhnya.
Bahlil pun merespons santai ketika ditanya pendapatnya soal lagu 'My Little Bolu Ketan'. Dalam pandangannya, lagu tersebut tidak lebih dari hiburan.
"Itu kan biasa saja, hiburan, buat rileks bagi peserta (musyawarah besar). Itu bentuk komunikasi antara pimpinan partai, kader dan anggota," tutur dia.
1. Bahlil kenang Kosgoro pernah nyaris pisah dari Golkar

Salah satu hal yang disampaikan oleh Bahlil dalam pidatonya yaitu salah satu fase penting dalam sejarah Kosgoro. Bahlil mengenang, Kosgoro sempat berada di persimpangan jalan pada masa transisi politik pasca reformasi. Bahkan, menurutnya, organisasi pendiri Partai Golkar itu pernah memiliki keinginan untuk keluar dari jalur penyaluran aspirasi politik Golkar.
Kosgoro, kata Bahlil, lahir dengan tujuan mulia, yakni mengisi kemerdekaan Indonesia setelah perjuangan merebut kemerdekaan berhasil dilakukan.
“Kosgoro dalam sejarahnya adalah merupakan satu organisasi yang dilahirkan dengan cita-cita mulia, yaitu untuk mengisi kemerdekaan pasca-merebut kemerdekaan," ujar pria yang juga menjabat Menteri ESDM itu.
Menurut dia, sejak awal Kosgoro tidak hanya hadir dalam konteks perjuangan politik, tetapi juga berperan dalam pembangunan ekonomi bangsa.
"Kosgoro ’57 lahir tidak hanya pada konteks bagaimana kita merebut kemerdekaan, tapi kita juga harus mengisi kemerdekaan dengan ekonomi. Kita tahu semua bahwa Kosgoro adalah salah satu organisasi yang melahirkan Partai Golkar," tutur dia.
2. Setya Novanto hadiri Mubes V Kosgoro 1957

Momen menarik lainnya ketika mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto ikut hadir di dalam Mubes V Kosgoro 1957. Mantan terpidana kasus korupsi KTP Elektronik itu sudah mulai terlihat aktif kembali hadir di acara-acara parpol dengan lambang pohon beringin itu.
Bahlil mengenalkan Novanto sebagai mantan bendahara umum DPP Partai Golkar. Ketika itu, Bahlil mengenang jabatannya masih sebagai bendahara Golkar untuk wilayah Papua.
"Kalau bendahara daerah lain takut sama Pak Nov (Setya Novanto) karena sebagian bupati dan anggota fraksi, takut jabatannya diungkit-ungkit. Kalau saya kan pengusaha. Saya bilang 'Bang Nov, bagi barang itu jangan semua ke DPP.' Abang masih ingat ya momen itu?" ujar Bahlil mengenang dengan senyum.
3. Sari Yuliati terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957

Sementara, di penghujung musyawarah besar, Sari Yuliati ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026 hingga 2031. Keputusan tersebut diambil setelah seluruh peserta Mubes yang terdiri dari unsur Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 dari seluruh Indonesia menyampaikan dukungan dan persetujuan bulat bagi Sari Yuliati untuk memimpin organisasi selama lima tahun mendatang.
Sidang Musyawarah Besar berlangsung secara demokratis dan berakhir pada Sabtu (6/6/2026), pukul 04.00 WIB. Penetapan Sari Yuliati secara aklamasi menjadi puncak dari rangkaian agenda Mubes V yang dihadiri oleh para pengurus dan kader Kosgoro 1957 dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Pimpinan Sidang Mubes V Kosgoro 1957, Lamhot Sinaga, secara resmi mengetuk palu sidang sebagai tanda sahnya keputusan forum yang menetapkan Sari Yuliati sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026–2031.
Di dalam pidatonya, Sari mengajak seluruh anggota Kosgoro untuk terus menjaga soliditas organisasi.
"Kepercayaan yang diberikan kepada saya merupakan amanah besar yang akan dijalankan bersama seluruh kader Kosgoro 1957 di seluruh Indonesia. Mari kita perkuat persatuan, menjaga soliditas organisasi, dan terus menghadirkan karya serta pengabdian nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," kata Sari.


















