Jakarta, IDN Times - Para aktivis yang ditahan dari armada bantuan ke Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), dilaporkan disetrum serta mengalami kekerasan fisik dan psikologis selama berada dalam tahanan Israel. Temuan ini diungkapkan oleh kelompok hak asasi manusia Israel, Adalah, pada Rabu (21/5/2026).
Adalah mengatakan, sedikitnya tiga aktivis dirawat di rumah sakit karena menderita luka serius, sementara puluhan lainnya diduga menderita patah tulang rusuk dan kesulitan bernapas akibat kekerasan selama penahanan.
Laporan menyebutkan bahwa para aktivis dipaksa berada dalam posisi yang menyakitkan selama pemindahan mereka ke Pelabuhan Ashdod, termasuk berjalan sambil membungkuk ke depan dan berlutut dalam waktu yang lama. Sejumlah perempuan mengatakan bahwa jilbab mereka dilepas secara paksa oleh otoritas Israel.
