Sejumlah Negara Panggil Dubes Israel Usai Aksi Ben-Gvir ke Aktivis GSF

- Sejumlah negara seperti Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada memanggil Dubes Israel untuk mengecam perlakuan terhadap aktivis GSF yang dipaksa bersujud oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.
- Dubes AS untuk Israel, Mike Huckabee, turut mengecam tindakan Ben-Gvir yang dianggap mempermalukan bangsanya, sementara Hamas menilai video tersebut mencerminkan kebobrokan moral para pemimpin Israel.
- Sedikitnya 87 aktivis GSF melakukan mogok makan sebagai protes atas penahanan ilegal mereka setelah kapal bantuan ke Gaza dicegat pasukan Israel di perairan internasional dekat Siprus.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah negara, termasuk Italia, Prancis, Belanda dan Kanada, memanggil duta besar Israel untuk mengecam perlakuan negara tersebut terhadap para aktivis armada bantuan menuju Gaza yang ditahan awal pekan ini.
Kecaman ini datang setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan puluhan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) dipaksa bersujud dengan tangan terikat di belakang punggung. Ben-Gvir terekam mengejek para aktivis tersebut sambil mengibarkan bendera Israel.
“Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, mengalami perlakuan yang melanggar martabat kemanusiaan mereka,” kata Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, dalam pernyataan di media sosial X pada Rabu (20/5/2026).
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, juga ikut mengecam tindakan Ben-Gvir seraya menyerukan pembebasan segera warga negaranya yang ikut ditahan. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, menyebut perlakuan pejabat sayap kanan Israel tersebut terhadap para aktivis GSF melanggar martabat dasar manusia.
1. Tindakan Israel terhadap para aktivis dinilai melewati batas

Dilansir Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menilai insiden itu sangat meresahkan. Ia menyatakan akan memanggil duta besar Israel untuk membahas masalah tersebut.
“Ini adalah masalah yang kami tangani dengan sangat, sangat serius. Ini menyangkut perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan saya dapat memastikan kepada Anda bahwa kami bertindak dengan urgensi penuh,” kata Anand kepada wartawan.
Kementerian Luar Negeri Portugal dan Spanyol juga mengecam keras perilaku Ben-Gvir yang dinilai tidak dapat ditoleransi dan mengerikan. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Irlandia, Helen McEntee, mengaku terkejut dengan video tersebut dan menyerukan pembebasan segera para aktivis yang ditahan.
Kecaman lainnya datang dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, yang menyebut tindakan Israel telah melewati batas. Warga negaranya termasuk di antara para aktivis yang ditahan oleh Israel.
“Apa dasar hukumnya? Apakah itu perairan teritorial Israel? Apakah itu wilayah Israel? Jika terjadi konflik, apakah mereka bisa menyita dan menahan kapal milik negara ketiga?” demikian tanya Lee.
Beberapa negara lainnya juga ikut mengecam insiden tersebut, termasuk Swedia, Swiss, Yunani, Jerman, Polandia, Qatar, Slovenia, Turki, Austria, Belgia, Kolombia, dan Inggris.
2. Dubes AS untuk Israel kecam tindakan Ben-Gvir

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, turut mengecam ulah Ben-Gvir. Ia menjadi pejabat pertama dari pemerintahan Presiden Donald Trump yang secara terbuka mengkritik menteri Israel tersebut.
“Armada bantuan itu adalah aksi bodoh, tetapi Ben Gvir mengkhianati martabat bangsanya,” tulisnya di X.
Sementara itu, kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengatakan bahwa video tersebut merupakan bukti kebobrokan moral para pemimpin Israel.
“Kami, dalam gerakan Hamas, menegaskan bahwa adegan penyiksaan dan penghinaan yang diatur oleh menteri Zionis kriminal dan fasis, Itamar Ben-Gvir, merupakan cerminan dari kebobrokan moral dan sadisme yang mengendalikan mentalitas para pemimpin entitas musuh kriminal (Israel),” kata Hamas dalam sebuah pernyataan, dikutip dari TRT.
3. 87 aktivis GSF lakukan aksi mogok makan

GSF mengumumkan bahwa sedikitnya 87 aktivisnya yang ditahan mulai melakukan aksi mogok makan sebagai protes atas penahanan mereka secara ilegal mereka sekaligus solidaritas terhadap lebih dari 9.500 warga Palestina yang ditahan di penjara bawah tanah Israel.
Sebelumnya, pada Selasa (19/5/2025), gerakan peduli Palestina tersebut mengatakan bahwa Israel telah menyita seluruh kapal dalam konvoi bantuan mereka. Kapal-kapal tersebut, yang membawa 428 orang dari 44 negara, berangkat dari distrik Marmaris di Turki dalam upaya baru menembus blokade ilegal Israel terhadap Gaza.
GSF mengatakan, pasukan Israel mulai mencegat kapal-kapal tersebut di perairan internasional dekat pantai Siprus pada Senin (18/5/2026). Mereka disebut menggerebek kapal, menembakkan peluru karet, dan menculik para peserta. Sembilan warga negara Indonesia termasuk di antara aktivis yang ditahan.
Sejumlah negara, termasuk Turki, Spanyol, Yordania, Pakistan, Bangladesh, Brasil dan Indonesia, mengutuk pencegatan tersebut dengan menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional. GSF telah beberapa kali mengalami insiden serupa. Para aktivis dari armada bantuan sebelumnya yang dicegat Israel sempat ditahan sebelum akhirnya dideportasi.



![[QUIZ] Tes Pengetahuan Sejarah Indonesia Masa Reformasi, Masih Ingat?](https://image.idntimes.com/post/20250318/quiz-tes-pengetahuan-sejarah-indonesia-masa-reformasi-masih-ingatkah-kamu-2-5f4a648289df145f94c868c762b88975.jpg)














