Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kelompok Pro-Palestina Geruduk Pabrik Drone Israel di Inggris
ilustrasi kelompok pro-Palestina (pexels.com/Abdulmomen Bsruki)
  • Kelompok pro-Palestina People Against Genocide menyerbu pabrik drone Elbit Systems di Leicester sebagai aksi protes terhadap penjajahan Israel di Gaza dan kerja sama militer Inggris-Israel.
  • Para aktivis masuk lewat atap, menulis slogan seperti 'Free Palestine' dan 'Shut Elbit Down', lalu enam orang ditangkap polisi karena dianggap melakukan perusakan properti.
  • Aksi terhadap Elbit Systems sudah berlangsung bertahun-tahun, dengan tuntutan agar pemerintah Inggris menutup pabrik yang memasok sebagian besar drone untuk militer Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kelompok pro-Palestina asal Inggris yang bernama People Against Genocide dilaporkan menggeruduk pabrik drone milik perusahaan militer asal Israel, Elbit Systems, yang ada di Kota Leicester. Aksi tersebut dilakukan pada Jumat (24/4/2026). 

Menurut laporan The New Arab yang dirilis pada Sabtu (25/4/2026), aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes para aktivis People Against Genocide atas penjajahan Israel di Gaza, Palestina. Oleh karena itu, para aktivis tersebut menggeruduk pabrik drone Israel di Leicester agar mereka kekurangan senjata untuk menyerang Gaza. 

"(Kami ingin) mengambil tindakan langsung untuk menghentikan perdagangan senjata Inggris dan Israel," bunyi pernyataan resmi People Against Genocide.

1. Para aktivis masuk lewat atap pabrik

ilustrasi atap (pexels.com/tommy picone)

Menurut keterangan aparat setempat, para aktivis People Against Genocide menerobos masuk ke dalam pabrik lewat atap. Setelah itu, mereka baru memasuki gedung pabrik untuk membuat onar.

Sebelum masuk ke gedung pabrik, para aktivis menuliskan narasi Intifada Revolution dan Free Palestine di atas atap menggunakan cat semprot sebagai bentuk protes atas penjajahan Israel di Palestina. Selain itu, mereka juga menuliskan narasi Shut Elbit Down. Ini merupakan desakan terhadap Pemerintah Inggris untuk menutup pabrik tersebut agar mereka tidak bisa lagi memproduksi dan memasok drone ke Israel. 

“Kami sudah muak dan lelah dengan kerja sama pemerintah kami dalam genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Kami tahu bahwa genosida tidak memiliki tempat di dunia ini. Itulah mengapa kami di sini untuk menutup Elbit," kata salah satu aktivis People Against Genocide yang tidak disebut namanya.

2. Kepolisian Leicester berhasil menangkap enam aktivis

ilustrasi polisi (unsplash.com/Fred Moon)

Saat berada di dalam pabrik, para aktivis juga merekam aksinya untuk diunggah ke media sosial. Ini bertujuan untuk mendapatkan atensi dan dukungan dari netizen yang juga mengecam penjajahan Israel di Palestina. 

Kepolisian Leicester mengatakan pihaknya telah menangkap enam orang aktivis People Against Genocide imbas aksi tersebut. Meski begitu, mereka menegaskan bahwa aksi protes soal penjajahan Israel di Palestina sebetulnya sah-sah saja dilakukan. Namun, para peserta harus tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan publik dengan tidak berbuat anarkis.

"Polisi terus mendukung hak untuk melakukan protes secara damai. Namun, kami juga akan terus mengambil tindakan segera jika ada laporan tentang siapa pun yang berupaya melakukan kejahatan atau perusakan properti," demikian bunyi pernyataan resmi Kepolisian Leicester.

3. Protes terhadap perusahaan Elbit Systems sudah berlangsung bertahun-tahun

potret gedung perusahaan Elbit Systems (commons.wikimedia.org/Zvi Roger)

Sebagai informasi, protes yang dilakukan kelompok pro-Palestina di Inggris terhadap pabrik drone Elbit Systems tadi sebetulnya bukan hal baru. Sebab, protes tersebut dikabarkan sudah berjalan selama bertahun-tahun. 

Selama itu, sejumlah kelompok pro-Palestina di Inggris kerap mendesak pemerintah agar menutup pabrik tersebut. Sebab, pabrik tersebut memasok sekitar 85 persen drone dan perlengkapan militer lainnya untuk Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team