Israel Disebut sedang Siap-siap Serang Gaza Lagi

- Militer Israel dilaporkan tengah menyiapkan invasi besar ke Gaza meski gencatan senjata masih berlaku, dengan Netanyahu disebut ingin mempertahankan perang demi kepentingan politik jelang pemilu Oktober.
- Serangan udara terbaru Israel di berbagai wilayah Gaza menewaskan 13 warga sipil, termasuk anak-anak dan petugas kepolisian, memicu kecaman atas pelanggaran terhadap perlindungan institusi sipil.
- Otoritas kesehatan Gaza mencatat 972 korban tewas sejak gencatan senjata dimulai, sementara total korban konflik sejak 2023 mencapai puluhan ribu jiwa dan jutaan warga terpaksa mengungsi.
Jakarta, IDN Times- Militer Israel dilaporkan sedang mempersiapkan rencana invasi berskala besar ke Jalur Gaza. Padahal, saat ini sedang ada kesepakatan gencatan senjata yang berlaku.
Laporan media Haaretz pada Jumat (24/4/2026), menyebutkan bahwa pemerintah Israel mulai merancang narasi pembenaran untuk meluncurkan operasi militer itu. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dinilai ingin mempertahankan perang demi mengamankan kepentingan politik di dalam negeri.
1. Pemilu Israel mendatang jadi pertimbangan invasi

Netanyahu dilaporkan akan mengalihkan fokus militernya kembali ke Gaza jika perang dengan Iran dan Lebanon mulai mereda. Keputusan ini diduga berkaitan dengan pemilihan umum Israel yang akan digelar pada Oktober mendatang.
Lawan politik Netanyahu belakangan terus mengkritik kegagalan pemerintah dalam meraih kemenangan mutlak atas Hamas di Gaza. Rencana invasi juga mendapat dukungan dari beberapa perwira tinggi militer Israel.
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, bahkan telah mendesak pendudukan total di wilayah Gaza. Pihak Israel diduga sedang menunggu Hamas membuat kesalahan untuk menjustifikasi kelanjutan perang.
2. Serangan terbaru Israel tewaskan 13 orang

Serangan Israel menewaskan 13 warga Palestina di berbagai sudut Gaza pada Jumat. Rangkaian serangan ini menyasar area-area sipil yang berada jauh di luar zona penempatan militer Israel.
Salah satu insiden terjadi di kawasan padat penduduk Khan Younis ketika sebuah serangan udara menghantam kendaraan patroli kepolisian setempat. Serangan tersebut menewaskan delapan orang, termasuk petugas kepolisian dan beberapa warga yang kebetulan melintas.
Sementara itu, pesawat tempur Israel juga mengebom sebuah rumah warga di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan, Beit Lahiya. Akibatnya, seorang ibu bersama dua orang anaknya tewas dan enam warga lainnya luka-luka.
"Serangan ini merupakan bentuk pembiaran yang mendorong pelanggaran lebih lanjut terhadap institusi sipil yang dilindungi oleh hukum internasional," tutur juru bicara Kementerian Dalam Negeri Gaza, dilansir Anadolu Agency.
3. Total 972 warga Gaza tewas sejak gencatan senjata

Israel terus melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang ditengahi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) sejak Oktober 2025. Otoritas kesehatan setempat melaporkan, total 972 orang telah tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata disepakati.
Pemerintah Israel kerap menyalahkan pihak Hamas yang menolak untuk melucuti persenjataannya. Di sisi lain, kelompok perlawanan Palestina itu menuntut militer Israel untuk menarik diri dari Gaza terlebih dahulu.
Secara total, konflik di Gaza telah menewaskan sedikitnya 72 ribu warga Palestina sejak pertama kali meletus pada Oktober 2023. Serangan Israel juga menyebabkan lebih dari 172 ribu orang luka-luka dan memaksa jutaan warga untuk mengungsi.

















