Jakarta, IDN Times - Kenya mengumumkan kematian pertama akibat Ebola di negara tersebut pada Selasa (6/10/2026). Korban merupakan pria asal Kenya yang telah tinggal selama 7 tahun di Republik Demokratik Kongo (DRC), yang menjadi pusat penyebaran wabah Ebola saat ini.
Dilansir DW, Menteri Kesehatan Kenya, Aden Duale, mengatakan bahwa pria tersebut jatuh sakit sekitar sebulan yang lalu dan sempat menjalani perawatan di DRC. Ia kemudian melakukan perjalanan darat ke ibu kota Uganda, Kampala, sebelum terbang ke Nairobi pada Sabtu (3/10/2026).
"Pasien tersebut mengalami demam, menggigil, kelelahan hebat, lemas, nyeri otot, nyeri saat menelan, sakit tenggorokan, dan pendarahan di bawah kulit pada bekas suntikan," kata Duale.
Pria tersebut akhirnya dinyatakan positif Ebola dan meninggal dunia pada Senin (5/10/2026) malam. Ia dijadwalkan dimakamkan pada Selasa sesuai dengan protokol keselamatan kesehatan masyarakat.
