Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kerusuhan Picu Kebakaran di Penjara Suriah, 7 Narapidana Tewas
ilustrasi kebakaran (unsplash.com/Ricardo Gomez Angel)
  • Kebakaran di penjara Kobane, Suriah utara, menewaskan tujuh narapidana dan melukai sejumlah lainnya pada Sabtu, setelah kerusuhan yang dipicu ketegangan kota sehari sebelumnya.
  • Kerusuhan diduga berkaitan dengan protes narapidana atas rencana pemindahan ke Aleppo; pemerintah Suriah telah membuka penyelidikan, sementara PYD menuntut investigasi transparan.
  • Insiden terjadi setelah protes atas kematian mantan pejuang Kurdi Sami Sheikhmous Hiso, di tengah perpecahan dan kekerasan sektarian yang masih membayangi Suriah pascalengsernya Bashar al-Assad.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kebakaran melanda sebuah penjara di Kobane, sebuah kota berpenduduk mayoritas Kurdi di Suriah utara, pada Sabtu (12/9/2026). Insiden tersebut mengakibatkan tujuh narapidana tewas dan beberapa lainnya terluka.

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan bahwa kebakaran terjadi setelah para narapidana melakukan kerusuhan akibat ketegangan yang pecah di kota tersebut sehari sebelumnya. Namun, penyebab kebakaran itu masih belum dapat dipastikan secara resmi.

"Puluhan orang terluka, termasuk mengalami luka bakar atau sesak napas akibat kerusuhan," demikian dilaporkan SANA.

1. Para narapidana protes rencana pemindahan ke penjara lain

ilustrasi penjara (unsplash.com/Khashayar Kouchpeydeh)

Menurut Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris, kerusuhan tersebut terjadi setelah pihak berwenang berencana memindahkan sejumlah narapidana ke penjara lain di kota Aleppo. Sebagai bentuk protes, para narapidana kemudian membakar fasilitas tersebut.

Dilansir The New Arab, Partai Persatuan Demokrat (PYD), partai Kurdi paling kuat di Suriah, menyatakan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Mereka juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan terhadap kematian mantan pejuang Kurdi, Sami Sheikhmous Hiso, yang memicu protes di Kobane.

Pasukan Keamanan Internal Suriah, yang merupakan bagian dari pemerintahan di Damaskus, menyatakan bahwa penyelidikan terhadap kerusuhan dan kebakaran di penjara tersebut telah diluncurkan.

2. Beberapa pengunjuk rasa ditahan dalam protes di Kobane

warga Suriah yang merayakan jatuhnya rezim Bashar al-Assad (unsplash.com/Shvan Harki)

Sebelumnya, pada Jumat (11/9/2026), protes meletus di Kobane terkait pembunuhan Hiso. Jenazah mantan pejuang Kurdi tersebut dipulangkan dengan kondisi luka tembak pada Kamis (10/9/2026) setelah dilaporkan di culik.

Menurut kantor berita Kurdi, Rudaw, unjuk rasa atas kematian Hiso berubah menjadi ricuh dan berujung pada penangkapan. Rudaw melaporkan bahwa beberapa pengunjuk rasa ditahan di penjara Kobane saat kebakaran terjadi.

Dilansir Al Jazeera, penasihat presiden Suriah, Mazloum Abdi, tiba di Kobane pada Sabtu dan bertemu dengan para pejabat senior di sana. Abdi ditunjuk sebagai penasihat presiden pada Agustus 2026, beberapa hari setelah mengumumkan pembubaran Pasukan Demokratik Suriah (SDF), koalisi kelompok bersenjata Kurdi yang dipimpinnya.

3. Konflik sektarian masih terjadi di Suriah pascalengsernya al-Assad

kota di Suriah (unsplash.com/Mahmoud Sulaiman)

Protes dan kerusuhan di penjara tersebut menyoroti masih adanya perpecahan di Suriah pascalengsernya pemimpin lama Bashar al-Assad pada Desember 2024. Presiden Suriah yang baru, Ahmed al-Sharaa, telah berjanji untuk memimpin pemerintahan yang inklusif dan melayani seluruh lapisan masyarakat. Namun, komitmen tersebut terhambat oleh sejumlah aksi kekerasan sektarian yang melibatkan aparat pemerintah.

Pada Januari 2026, Damaskus dan komunitas Kurdi di Suriah mencapai kesepakatan integrasi, yang membuat lembaga sipil maupun militer Kurdi menjadi bagian dari negara Suriah. Namun, penjara di Kobane hingga saat ini masih dikelola oleh otoritas Kurdi dan belum diserahkan kepada pemerintah pusat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article