Jakarta, IDN Times - Kolombia meresmikan kedutaan besar barunya di Yerusalem Barat pada Rabu (14/10/2026) di tengah penolakan internasional atas pengakuan kota tersebut sebagai ibu kota Israel. Langkah ini menjadikan Kolombia negara ke-10 yang membuka kantor perwakilan diplomatik di kota sengketa itu.
Peresmian ini menandai pemulihan hubungan diplomatik kedua negara di bawah kepemimpinan Presiden Kolombia yang baru, Abelardo de la Espriella. Acara pembukaan dihadiri Menteri Luar Negeri (Menlu) Kolombia Omar Bula Escobar, Menlu Israel Gideon Sa'ar, Wali Kota Yerusalem Moshe Lion, serta Duta Besar (Dubes) baru Kolombia untuk Israel, Tania Gilinski. Dalam upacara peresmian, kedua menlu menempelkan perkamen di pintu masuk gedung bersejarah Salameh di Jalan Rabbi Akiva yang dibangun pada 1920-an.
