Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kolombia Resmi Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran

2 min read
Kolombia Resmi Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran
Ilustrasi bendera Kolombia. (Santiago Quintero, CC BY 3.0 , via Wikimedia Commons)
  • Kolombia mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Iran, efektif sejak 19 September 2024, di bawah kepemimpinan Presiden Abelardo de la Espriella.
  • Bogota menyebut pelanggaran HAM, hubungan Iran dengan kelompok teroris, blokade Selat Hormuz, dan penolakan inspeksi IAEA sebagai alasan utama keputusan tersebut.
  • Iran mengecam keputusan sepihak itu sebagai pengaruh AS dan Israel; hubungan kedua negara sebelumnya telah terjalin sejak 1975.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kolombia resmi memutus hubungan diplomatik dengan Iran pada Kamis (24/9/2026). Langkah ini menunjukkan perubahan pandangan di bawah kepemimpinan Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella. 

Sebelum dilantik, De la Espriella sempat mengungkapkan rencananya untuk memutus hubungan dengan Kuba dan Nikaragua. Selain itu, akan menutup sejumlah kantor kedutaan besar mereka di luar negeri. 

  1. 1. Tuding Iran melakukan pelanggaran HAM

    ilustrasi bendera Iran
    ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/akbarnemati)

    Kementerian Luar Negeri Kolombia mengatakan bahwa pemutusan hubungan ini resmi berlaku sejak 19 September 2024 dan diumumkan pada Kamis. Menurutnya, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang menjadi alasan utama pemutusan relasi. 

    Dilansir The Rio Times, keputusan ini didorong oleh hubungan Iran dengan sejumlah kelompok teroris internasional dan blokade Selat Hormuz yang berdampak besar bagi pasokan minyak dunia. Selain itu, Bogota menuding Teheran telah menolak inspeksi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA). 

  2. 2. Iran mengecam pemutusan relasi dari Kolombia

    Ilustrasi bendera Iran.
    Ilustrasi bendera Iran. (unsplash.com/mostafa_meraji)

    Pada Jumat (25/9/2026), Iran mengecam Kolombia yang memutus hubungan diplomatik secara sepihak. Menurutnya, Kolombia sudah dipengaruhi oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel, serta memiliki hubungan dengan teroris narkoba. 

    “Ini bukti bahwa tidak ada tuduhan yang disuarakan pemerintah Kolombia itu dapat menjustifikasi validitasnya. Keputusan ini dilakukan karena mereka berada di bawah pengaruh rezim Zionis dan AS,” terangnya, dikutip dari EFE.

    Teheran menyebut bahwa tindakan Bogota ini bertentangan dengan kehendak warganya. Menurutnya, baik Iran maupun Kolombia seharusnya mengikuti prinsip menghormati satu sama lain.  

  3. 3. Hubungan diplomatik Kolombia dan Iran sudah terjalin sejak 1975

    ilustrasi bendera Kolombia
    ilustrasi bendera Kolombia (unsplash.com/gustavo0351)

    Hubungan diplomatik antara Kolombia dan Iran sudah dibuka sejak 28 April 1975. Meskipun sempat terusik oleh kurangnya perwakilan, kedua negara tetap melanjutkan hubungan diplomatik dan menyetujui kerja sama di bidang kebudayaan dan konsuler. 

    Iran mempertahankan Kantor Kedutaan Besar di Bogota, sedangkan Kolombia mewakili lewat Kantor Kedubes di Turki yang diberikan akreditasi untuk Iran. Hubungan kedua negara sempat membaik pada masa pemerintahan eks Presiden Gustavo Petro. 

    Setelah dipimpin sosok sayap kanan, De la Espriella, Kolombia mengubah pandangan dan mendekat ke AS dan Israel. Bahkan, Kolombia berencana membuka Kantor Kedubes untuk Israel di Yerusalem. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More