Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Israel Bakal Kirim Tim Khusus Bantu Pemulihan Gempa Kolombia

Israel Bakal Kirim Tim Khusus Bantu Pemulihan Gempa Kolombia
potret bangunan yang hancur akibat gempa (pexels.com/Doruk Aksel Anıl)
  • Israel akan segera mengirim delegasi bantuan ke Kolombia atas permintaan Presiden Abelardo de la Espriella, untuk mendukung pemulihan setelah gempa.
  • Gempa 7,4 magnitudo yang mengguncang Kolombia barat pada 10 Agustus 2026 telah menewaskan sedikitnya 250 orang, melukai ratusan, dan menyisakan sekitar 500 orang hilang.
  • Pengiriman bantuan terjadi setelah Kolombia menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel pekan lalu dan mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel akan mengirim tim khusus untuk membantu pemulihan gempa di Kolombia. Kabar itu disampaikan oleh Kantor Perdana Menteri Israel pada Rabu (12/8/2026). Dalam pernyataannya, Israel mengatakan akan memberikan bantuan penuh untuk membantu pemulihan gempa yang terjadi Kolombia.   

“Menanggapi permintaan dari Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memerintahkan pengiriman segera delegasi bantuan ke Kolombia malam ini menyusul bencana gempa bumi yang melanda negara tersebut. Negara Israel turut berduka cita bersama keluarga korban yang meninggal dalam bencana tersebut dan akan memberikan bantuan penuh kepada Republik Kolombia,” bunyi pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Israel di X.

  1. 1. Israel dan Kolombia sudah menormalisasi hubungan

    Presiden Kolombia yang baru, Abelardo de la Espriella (kiri) sedang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar (kanan).
    Presiden Kolombia yang baru, Abelardo de la Espriella (kiri) sedang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar (kanan). (x.com/gidonsaar)

    Pengiriman bantuan ke Kolombia ini menjadi bentuk solidaritas Israel terhadap Bogota. Sebab, pada pekan lalu, Kolombia di bawah rezim pemerintahan De la Espriella resmi menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Selain itu, Kolombia juga mengakui kedaulatan Israel atas wilayah Dataran Tinggi Golan. Padahal, secara hukum, Dataran Tinggi Golan termasuk wilayah teritorial Suriah. 

    “Kolombia mengakui bahwa mempertahankan kendali dan kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan merupakan komponen penting dari pertahanan nasionalnya,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Kolombia di X, seperti dikutip Al Jazeera

    Pada 2023, Kolombia yang ketika itu masih dipimpin oleh Presiden Gustavo Petro sempat membekukan hubungan dengan Israel. Ketika itu, langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes Kolombia terhadap agresi militer Tel Aviv ke Gaza yang hingga saat ini masih berlanjut.

  2. 2. Gempa di Kolombia sudah menewaskan 250 orang

    Korban tewas.
    ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner)

    Sebelumnya, Kolombia diguncang gempa berkekuatan 7,4 magnitudo pada Senin (10/8/2026). Kala itu, gempa mengguncang seluruh wilayah yang ada di Kolombia bagian barat. Bencana ini menimbulkan kerusakan parah dan korban jiwa. Dilansir Jerusalem Post, gempa di Kolombia sejauh ini sudah menewaskan setidaknya 250 orang. Sementara itu, ratusan lainnya mengalami luka-luka.

    Dalam pernyataan terbarunya, Presiden De la Espriella mengatakan, ada sekitar 500 orang yang saat ini masih dinyatakan hilang. Mereka diduga tertimbun reruntuhan bangunan pascagempa. De la Espriella mengatakan, petugas penyelamat masih berupaya mencari para korban hilang. Ia berharap semua korban hilang bisa segera ditemukan. 

    "Upaya kami difokuskan pada orang-orang yang hilang," jelas De la Espriella kepada awak media di Ibu Kota Bogota pada Rabu malam waktu setempat dilansir CBS News

  3. 3. Venezuela juga diguncang gempa hebat pada Juni

    Bendera Venezuela sedang berkibar.
    potret bendera Venezuela (pexels.com/Alex Dos Santos)

    Kolombia sebetulnya bukan satu-satunya negara di Amerika Latin yang dihantam gempa. Pada Juni lalu, Venezuela, negara yang berada di sebelah timur Kolombia, juga diguncang dua gempa hebat. Kedua gempa tersebut masing-masing berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo. 

    Gempa yang terjadi di Venezuela kala itu menewaskan ribuan orang. Berdasarkan data terbaru, saat ini, korban tewas imbas gempa di Negeri Tanah Anugerah sudah tembus 6.301 orang. Saat ini, petugas penyelaman dan para warga juga masih saling bahu membahu untuk mencari korban hilang yang tertimbun reruntuhan gempa. 

    Pada Juni lalu, Israel juga mengirim tim khusus untuk membantu pemulihan gempa di Venezuela. Selain itu, Israel juga mengirim bantuan kemanusiaan untuk para korban gempa. Ini menjadi bentuk solidaritas Tel Aviv kepada Caracas karena sudah menjalin hubungan diplomatik sejak lama. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More