Jakarta, IDN Times - Pidato Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang menargetkan komunitas LGBT di Turki selama pemilihan bulan lalu, telah membuat banyak orang hidup dalam ketakutan. Bahkan, beberapa dari mereka berencana untuk meninggalkan negara tersebut.
Kelompok LGBT khawatir bahwa homofobia akan semakin meningkat selama masa jabatan baru Erdogan, termasuk kemungkinan adanya tindakan hukum.
Bekir, seorang mahasiswa hukum yang berusia 21 tahun, mengatakan bahwa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dia dan pasangan gay-nya kini hidup dalam ketakutan terhadap penggerebekan polisi.
"Oposisi kalah dan ketakutan kami menjadi kenyataan. Melarikan diri sepertinya satu-satunya solusi, yang sangat mengecewakan," kata Bekir, yang menolak menyebutkan nama lengkapnya, dikutip dari Reuters.
