Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dasco Gelar Rapat Evaluasi Ekonomi dengan Menkeu-Gubernur BI di DPR

Dasco Gelar Rapat Evaluasi Ekonomi dengan Menkeu-Gubernur BI di DPR
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad (tengah) ketika rapat tertutup dengan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. (www.instagram.com/@sufmi_dasco)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dasco memimpin rapat koordinasi ekonomi di DPR bersama Menkeu, Gubernur BI, dan pejabat lain untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi nasional serta memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
  • Menkeu Purbaya menyoroti dampak pelemahan rupiah terhadap pedagang tahu-tempe yang bergantung pada bahan impor, dan menegaskan pentingnya stabilitas nilai tukar demi menekan biaya produksi.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat meski rupiah melemah, dengan pemerintah berkomitmen mempercepat program pangan, energi, perikanan, serta hilirisasi industri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI koordinator bidang politik dan keamanan, Sufmi Dasco Ahmad menggelar rapat koordinasi dengan pejabat di bidang ekonomi pada Sabtu (6/6/2026) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. Pejabat yang hadir antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Ketua Komisi XI DPR, Mohamad Hekal.

Dasco mengaku sengaja mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang fiskal, moneter, dan pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan ekonomi nasional. Selain itu, para pemangku kepentingan ekonomi nasional juga berkomitmen untuk membangun koordinasi yang lebih erat antarinstansi.

"Pada hari ini, kami Dewan Perwakilan Rakyat RI sengaja berkumpul dengan teman-teman dari lembaga otoritas moneter maupun kebijakan fiskal serta dari pihak pemerintah untuk mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi. Kami juga melakukan koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik saat ini," ungkap Dasco ketika memberikan keterangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

Ia mengatakan dari hasil koordinasi tersebut telah dihasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang akan ditindak lanjuti oleh masing-masing pihak sesuai dengan kewenangannya.

1. Rapat evaluasi Sabtu sepakat untuk memperkuat sinergi fiskal dan moneter

Sufmi Dasco Ahmad, Purbaya
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad (tengah) ketika rapat tertutup dengan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. (www.instagram.com/@sufmi_dasco)

Lebih lanjut, Dasco mengatakan salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah penguatan sinergi antara kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah dan kebijakan moneter yang diemban oleh Bank Indonesia. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra itu turut menyebut koordinasi yang kuat antara kedua sektor tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Selain itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Harmonisasi kebijakan pemerintah dan bank sentral perlu terus dijaga, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan domestik, termasuk pengendalian inflasi serta dinamika nilai tukar yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan iklim investasi," kata Dasco.

2. Menkeu Purbaya akui pelemahan rupiah berimbas ke pedagang tahu-tempe

dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026) (IDN Times/Trio Hamdani)

Di forum itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut mengakui pelemahan nilai tukar rupiah telah berdampak pada pelaku usaha kecil, terutama penjual tahu dan tempe yang bergantung pada bahan baku impor. Kondisi itu disebut membuat keuntungan pedagang tertekan hingga mendorong sebagian menaikkan harga jual.

"Kan saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka," ujar Purbaya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada hari ini.

Ia mengatakan pemerintah akan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter agar dampaknya lebih terasa ke perekonomian. Sinkronisasi kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah.

Menurut dia, stabilitas rupiah penting agar tekanan biaya produksi bisa ditekan dan berdampak pada harga barang di tingkat masyarakat. Dengan nilai tukar yang lebih stabil, pedagang tahu-tempe serta rumah tangga diharapkan tidak menghadapi kenaikan biaya hidup yang terlalu besar.

"Kebijakan yang lebih bagus itu akan kita lihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak terbebani lagi beban hidupnya," tutur dia.

3. Istana klaim fundamental ekonomi Indonesia masih tetap kuat

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Di forum serupa, Menteri Sekretaris Negara (Menseneg), Prasetyo Hadi mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level psikologis Rp18 ribu sejak Kamis, 4 Juni 2026. Pemerintah pun akan mempercepat program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Terutama program-program di bidang pangan, energi, perikanan dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi," ujar Prasetyo.

Prasetyo mengaku optimistis ekonomi Indonesia bisa tetap kuat dan tumbuh. "Sedangkan, terkait dengan nilai tukar diharapkan bisa kembali seperti yang kita harapkan," katanya.

Sebelumnya, ketika menyampaikan pidato dalam Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027, Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tetap terjaga di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar untuk 2027. Namun, pada pekan ini, nilai tukar rupiah sudah melewati target yang ditetapkan oleh Prabowo.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More