Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Istana Tak Buru-buru Cari Pengganti Wamenaker dan Wamen Imigrasi

Istana Tak Buru-buru Cari Pengganti Wamenaker dan Wamen Imigrasi
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Istana menegaskan belum akan menunjuk pengganti dua wakil menteri yang tersandung kasus korupsi, karena tugas kementerian masih bisa dijalankan langsung oleh para menteri.
  • Prasetyo Hadi membantah isu reshuffle terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menekankan pentingnya memperkuat koordinasi ekonomi di tengah pelemahan rupiah.
  • Pemerintah mengakui komunikasi dengan pelaku pasar perlu diperbaiki, sementara posisi Said Iqbal dalam kabinet Prabowo masih dalam tahap pembahasan internal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo Subianto tidak buru-buru mencari pengganti Emmanuel Ebenezer dan Silmy Karim untuk duduk sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan serta Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Posisi dua wamen tersebut kini kosong lantaran pejabatnya tersandung kasus korupsi. Prasetyo menyebut tugas kementerian masih bisa ditangani oleh menteri.

Emmanuel Ebenezer menjadi terdakwa dalam kasus suap, gratifikasi dan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Kamis, 4 Juni 2026 telah memvonis pria yang akrab disapa Noel itu bui 4 tahun dan 6 bulan.

Sedangkan, Silmy terjerat kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA). Ia ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis dini hari, 4 Juni 2026.

"Untuk sementara belum ada rencana pengisian dari jabatan yang ditinggalkan oleh dua Wamen yang sedang berproses hukum. Ya karena posisinya wakil menteri. Artinya, kegiatan atau tugas kementerian tersebut masih dapat dijalankan oleh menterinya. Kegiatan kementerian masih dapat berjalan dengan normal," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (6/6/2026).

Meski begitu, kata Prasetyo, Prabowo akan terus melakukan evaluasi untuk melihat apakah tetap dibutuhkan sosok wakil menteri. "Nanti, kita lihat, kalau memang kebutuhannya (perlu), kita hitung. Kita evaluasi apakah perlu dengan menunjuk wakil menteri," tutur dia.

"Jadi, belum ada (rencana pengisian wamen dalam waktu dekat)," imbuhnya.

1. Istana bantah sosok Purbaya bakal kena reshuffle

dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026) (IDN Times/Trio Hamdani)

Lebih lanjut, Prasetyo kembali menepis rumor bahwa Prabowo hendak mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan. Ia menilai justru yang sebaiknya dilakukan memperkuat koordinasi di antara otoritas yang mengelola ekonomi.

"Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar. Rencana itu (mengganti menteri keuangan) tidak ada," kata menteri dari Partai Gerindra itu.

Ia menjelaskan, itu sebabnya pada Sabtu (6/6/2026), sejumlah pejabat di bidang ekonomi melakukan rapat koordinasi di Gedung DPR. Pertemuan yang difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad itu, turut membahas mengenai situasi ekonomi usai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level psikologis Rp18 ribu.

"Kan dalam situasi seperti sekarang, intensitas harus diperkuat dan kerjasama harus diperarta," ucap dia.

2. Mensesneg akui komunikasi kepada pelaku pasar kurang baik

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Ketika ditanyakan mengenai cara komunikasi pemerintah soal nilai tukar rupiah yang terus melemah, Prasetyo mengakui masih ada yang perlu dibenahi. Ia mengatakan, sentilan soal cara komunikasi dari pemerintah ke pelaku pasar yang tidak menenangkan dianggap sebagai sebuah kritik yang konstruktif.

"Sebetulnya, komunikasi sudah terus disampaikan kepada publik. Memang dalam situasi yang seperti ini, pasti sering secara alamiah ada yang dirasakan kurang. Justru itu mari kita perbaiki sebagai sebuah masukan dan kritik yang konstruktif," tutur dia.

Ia juga tak menampik situasi ekonomi saat ini mempengaruhi semua lini dan lapisan masyarakat. Sehingga, semua pihak harus menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

"Jadi, apapun yang terjadi, kita ini satu negara dalam hidup satu bangsa, maka semuanya akan saling berpengaruh. Semua sektor memang harus terus menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, memperbaiki diri," tuturnya.

3. Posisi Said Iqbal di dalam kabinet Prabowo masih didiskusikan

Istana Tak Buru-buru Cari Pengganti Wamenaker dan Wamen Imigrasi
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Ketika ditanyakan mengenai rumor Said Iqbal akan masuk ke dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto, Prasetyo menyebut hal itu masih terus didiskusikan. Ia tak merespons ketika posisi yang disiapkan bagi Said adalah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Masyarakat.

"Sedang didiskusikan (posisi bagi Said Iqbal)," kata Prasetyo.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More