Jakarta, IDN Times - Republik Demokratik Kongo (DRC) telah kembali membuka bandara di Bunia, ibu kota provinsi Ituri yang paling parah terdampak wabah Ebola. Bandara tersebut sebelumnya ditutup pada Mei 2026, meski penerbangan kemanusiaan dan medis tetap diizinkan dengan persetujuan tertentu.
"Kondisi saat ini sudah siap untuk memungkinkan dimulainya kembali aktivitas transportasi udara secara bertahap dan aman," kata Kementerian Transportasi Kongo dalam pernyataan pada Senin (1/6/2026), dikutip dari The Straits Times.
Kementerian mengatakan bahwa seluruh penumpang akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum keberangkatan dan saat mendarat. Selain itu, para penumpang juga diwajibkan mencuci tangan sebelum naik pesawat dan siapa pun yang mengalami demam tidak akan diizinkan terbang.
