Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 32 orang tewas dan 700 luka-luka setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela. Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodriguez melaporkan, jumlah korban diperkirakan bertambah jika melihat dampak gempa yang merusak banyak bangunan.
"Kami memperkirakan jumlah korban akan meningkat,” kata Rodriguez kepada media, dikutip dari CNN, Kamis (25/6/2026).
Venezuela telah menetapkan keadaan darurat akibat gempa tersebut. Rodriguez mengumumkan pembentukan gugus tugas tingkat tinggi untuk mengawasi operasi pencarian dan penyelamatan.
“Kami telah mengaktifkan seluruh jaringan kesehatan publik dan swasta di negara ini, khususnya di daerah yang paling terdampak, untuk merawat korban luka selama masa yang sangat sensitif ini bagi penduduk. Kami juga menyampaikan belasungkawa kami yang mendalam kepada mereka yang telah kehilangan anggota keluarga secara tragis,” katanya dilansir dari CNN.
“Bandara Internasional Maiquetia di ibu kota Caracas juga telah ditutup karena kerusakan parah pada infrastrukturnya,” Rodriguez menambahkan.
Kegiatan sekolah di seluruh negeri telah ditangguhkan hingga akhir pekan ini, sementara layanan kereta api dan kegiatan yang dianggap tidak penting juga telah dibatalkan sementara.
Beberapa bangunan diketahui runtuh di Caracas. Negara bagian Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcón juga terdampak, dengan beberapa daerah melaporkan pemadaman listrik.
“Ini adalah masalah yang sangat serius,” kata Rodriguez.
