Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Krisis Anggaran WFP Ancam Ketahanan Pangan 500 Ribu Warga Gaza
Ilustrasi krisis pangan (unsplash.com/Joshua Onadipe)
  • WFP memangkas penerima bantuan pangan bulanan di Gaza dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta orang, membuat 500 ribu warga kehilangan jatah makanan pokok.
  • Porsi bantuan keluarga dipotong hingga setengah, bantuan tunai bagi 75 ribu keluarga berkurang, dan makanan siap saji turun dari 250 ribu menjadi 150 ribu porsi harian.
  • PBB mencatat 1,4 juta warga Gaza mengalami krisis pangan parah; WFP membutuhkan tambahan 450 juta dolar AS untuk melanjutkan bantuan darurat Gaza dan Tepi Barat selama enam bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) terpaksa mengurangi bantuan makanan di Jalur Gaza akibat kekurangan dana yang parah. Keputusan ini membuat kondisi pangan warga di wilayah tersebut semakin sulit dan memprihatinkan.

Padahal, sebagian besar masyarakat setempat masih sangat bergantung pada pasokan bantuan internasional untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Pengurangan bantuan ini dikhawatirkan mengancam keselamatan ratusan ribu warga yang sedang bertahan hidup di tengah keterbatasan.

1. Pemotongan bantuan bulanan bagi setengah juta warga

Kekurangan dana memaksa WFP memangkas jumlah penerima bantuan bulanan dari 1,6 juta orang menjadi 1,1 juta orang. Langkah ini menyebabkan 500 ribu warga kehilangan jatah makanan pokok mereka. Oleh karena itu, WFP kini harus memusatkan sisa anggaran yang ada khusus bagi keluarga yang berada dalam kondisi paling rentan.

Pengurangan bantuan ini terjadi di saat fasilitas umum setelah perang belum diperbaiki dan tempat penampungan pengungsi masih sangat terbatas. Beban para pengungsi pun semakin berat karena mereka harus bertahan di tengah musim dingin yang ekstrem.

"Satu tahun telah berlalu sejak kesepakatan gencatan senjata, tetapi kehidupan warga di sini masih sangat berat tanpa fasilitas dasar dan jaminan keamanan," ujar Pelaksana Tugas Wakil Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, dilansir Taipei Times.

2. Pengurangan jatah makanan pokok untuk setiap keluarga

Selain mengurangi jumlah penerima, WFP juga memangkas porsi bantuan untuk setiap keluarga. Jatah makanan pokok dipotong hingga setengahnya, sehingga setiap keluarga kini hanya menerima satu paket sembako dari yang seharusnya dua paket, dengan ukuran tepung terigu yang lebih sedikit. Nilai bantuan uang tunai bagi 75 ribu keluarga juga dikurangi, sehingga memperlemah kemampuan belanja mereka di pasar setempat.

Kondisi serupa dialami oleh warga yang tidak memiliki peralatan memasak, karena pasokan makanan siap saji turun dari 250 ribu menjadi 150 ribu porsi per hari. Sementara itu, warga yang tinggal di wilayah terisolasi dekat perbatasan militer kini hanya mendapatkan jatah makan dua hari sekali, tidak lagi setiap hari.

3. Kebutuhan dana darurat untuk melanjutkan program bantuan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat sebanyak 1,4 juta jiwa atau dua pertiga dari total penduduk Gaza mengalami krisis pangan parah, dengan 200 ribu orang di antaranya berada dalam kondisi kelaparan kritis. Keadaan ini diperburuk oleh roda perekonomian setempat yang terhenti dan angka pengangguran yang mencapai lebih dari 80 persen.

Krisis dana WFP sendiri terjadi akibat penurunan drastis bantuan dari negara-negara donor, hingga penerimaan operasional di Palestina turun di bawah separuh target normal. Masalah serupa sebelumnya juga memaksa WFP memangkas target bantuan di Tepi Barat dari 400 ribu menjadi 200 ribu orang pada September lalu.

Agar program bantuan darurat di Gaza dan Tepi Barat tetap dapat berjalan selama enam bulan ke depan, WFP memerlukan dana tambahan sebesar 450 juta dolar AS (Rp8 triliun).

"Saat ini bukan waktunya untuk menutup mata, melainkan harus terus menyalurkan bantuan penting agar warga bisa mulai bangkit kembali," tegas Skau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article