Jakarta, IDN Times - Pemerintah Lebanon menyebut pemilihan umum (pemilu) Israel yang akan dihelat pada 27 Oktober mendatang akan menghambat upaya perdamaian antara Tel Aviv dan Hizbullah. Sebab, negosiasi damai jadi tertunda gara-gara kontestasi politik tersebut. Namun, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengatakan bahwa proses negosiasi harus tetap berlangsung.
"Tidak ada pilihan ketiga antara perang dan negosiasi. Jika ada yang punya pilihan lain, beri tahu saya. Perang biasanya berakhir dengan salah satu pihak meraih kemenangan telak yang memaksa pihak lain untuk menyerah atau melalui negosiasi,” kata Aoun saat berpidato di hadapan mahasiswa Holy Spirit University of Kaslik di Beirut, Kamis (15/10/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
