Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Israel Hancurkan Terowongan Penting Hizbullah di Lebanon Selatan

Israel Hancurkan Terowongan Penting Hizbullah di Lebanon Selatan
Israel Defense Forces (Israel Defense Forces, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan Hizbullah di bukit Ali al-Taher, Lebanon selatan, memicu ledakan besar dan getaran magnitudo 4,1 di Nabatiyeh.
  • Israel menyebut kompleks sepanjang lebih dari dua kilometer itu berisi pusat komando unit Badr, roket, rudal, drone, ranjau, serta delapan rute bawah tanah.
  • Operasi ini berlangsung di tengah eskalasi konflik perbatasan; Beirut mencatat serangan Israel menewaskan lebih dari 4.300 orang sejak Maret, sementara Israel masih menduduki area Lebanon selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan penting milik kelompok Hizbullah di bawah punggung bukit strategis Ali al-Taher, Lebanon selatan, pada Kamis (10/9/2026). Ledakan berskala masif tersebut merambat hingga memicu getaran berkekuatan magnitudo 4,1 di kawasan Nabatiyeh dan wilayah sekitarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengonfirmasi penghancuran sarana bawah tanah yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade tersebut. Penghancuran tersebut diklaim telah menuntaskan kendali operasional militer Israel atas punggung bukit Ali al-Taher, baik di atas maupun di bawah tanah.

  1. 1. Dampak ledakan dahsyat dan getaran yang terekam

    Ilustrasi serangan rudal
    Ilustrasi serangan rudal (pexels.com/Edu Raw)

    Badan Survei Geologi Amerika Serikat mencatat getaran berkekuatan magnitudo 4,1 di kawasan Lebanon selatan sesaat setelah operasi peledakan berlangsung. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa Israel melancarkan ledakan dahsyat di punggung bukit Ali al-Taher di wilayah Nabatiyeh hingga menimbulkan gemuruh kuat dan getaran tanah.

    Jurnalis kantor berita AFP di Lebanon selatan turut mendengar serangkaian ledakan dahsyat pada Kamis malam tersebut. Warga setempat yang baru saja pindah ke kawasan Marjaayoun, Joelle Fares, menceritakan langsung situasi saat ledakan terjadi. "Kami sedang duduk di sana dan semuanya berguncang," tutur Fares saat diwawancarai AFP.

    Menteri Pertahanan Israel Katz membagikan rekaman video detik-detik peledakan fasilitas tersebut. Dalam rekaman visual tersebut, bola api raksasa terlihat membubung tinggi ke langit malam.

  2. 2. Temuan persenjataan dan lorong bawah tanah Hizbullah

    ilustrasi rudal
    ilustrasi rudal (pexels.com/Aseem Borkar)

    Pihak militer Israel mengungkapkan bahwa infrastruktur bawah tanah kelompok Hizbullah tersebut membentang sepanjang lebih dari dua kilometer. Di dalam lorong tersebut, pasukan menemukan puluhan roket, rudal, dan pesawat tanpa awak buatan Iran. Di dalamnya terdapat puluhan rudal antitank dan senapan mesin. Militer Israel juga menyita sejumlah drone peledak serta ratusan ranjau dan alat peledak.

    Kompleks bawah tanah itu memuat sebuah pusat komando milik salah satu kelompok tempur Hizbullah, yakni unit Badr. Seorang pejabat militer menyebut kelompok bersenjata itu telah menggali delapan rute bawah tanah untuk bergerak dengan aman di bawah bukit. Dia menambahkan bahwa sebagian milisi telah meninggalkan lokasi, sementara yang lainnya "dieliminasi oleh serangan udara dan tembakan artileri".

    Dalam pernyataan resminya, Netanyahu dan Katz menyebut fasilitas tersebut sebagai "infrastruktur teroris strategis yang dibangun selama lebih dari dua dekade, dengan pendanaan dan perencanaan Iran". Keduanya menegaskan bahwa peledakan ini secara resmi "menyelesaikan pencapaian kendali operasional atas punggung bukit Ali al-Taher -- di atas dan di bawah tanah".

  3. 3. Eskalasi konflik perbatasan dan kebuntuan diplomasi

    Operasi darat IDF di Lebanon selama perang Israel-Hamas, November 2024.
    Operasi darat IDF di Lebanon selama perang Israel-Hamas, November 2024. (IDF Spokesperson's Unit, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

    Dilansir New Arab, pihak Israel mengumumkan telah merebut wilayah punggung bukit Ali al-Taher pada pekan sebelumnya, tetapi Hizbullah tetap memilih bungkam atas klaim tersebut. Dalam rangkaian perundingan sebelumnya, Amerika Serikat selaku pihak sponsor sempat mengusulkan agar militer Lebanon mengambil alih kendali bukit tersebut. Namun, seorang sumber yang dekat dengan perundingan mengonfirmasi bahwa Hizbullah menolak usulan tersebut.

    Eskalasi perang terbuka kembali terjadi sejak 2 Maret ketika Hizbullah menembakkan roket ke wilayah utara Israel demi menyokong Iran. Serangan militer Israel di tanah Lebanon sebelumnya juga tercatat melanggar kesepakatan gencatan senjata yang disetujui pada November 2024. Kendati situasi sempat mereda menyusul kesepakatan Lebanon-Israel pada Juni, intensitas serangan Israel kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

    Otoritas Beirut mencatat bahwa serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 4.300 orang sejak Maret dan melampaui 8.500 korban jiwa sejak Oktober 2023. Pasukan Israel hingga saat ini masih menduduki area yang mereka sebut zona keamanan di Lebanon selatan serta meratakan puluhan kota dan desa. Netanyahu mengatakan ingin membentuk zona keamanan untuk mencegah serangan ke wilayah utara Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More