Sumber itu menambahkan, Hizbullah mendapatkan bantuan dana tersebut pada September lalu. Bantuan itu diberikan oleh Iran secara rahasia untuk menghindari sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS. Sebab, Washington saat ini telah meningkatkan sanksi ekonomi untuk Teheran lewat operasi Economic Outcast yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada Agustus lalu.
Hizbullah Disebut Dapat Uang Rp3,5 T dari Iran, Buat Apa?

- Sumber menyebut Iran mengirim 250 juta dolar AS atau Rp3,5 triliun kepada Hizbullah pada September, secara rahasia melalui perantara untuk menghindari sanksi ekonomi AS.
- Seorang pejabat Hizbullah mengonfirmasi penerimaan bantuan asing tanpa menyebut asalnya, sementara Kementerian Luar Negeri AS membantah dana Iran itu ada dan menyebutnya cerita palsu.
- Dana tersebut disebut akan membantu sekitar 50.000 keluarga Lebanon yang mengungsi akibat serangan Israel, dengan tahap awal 3.000 dolar AS atau Rp53 juta per keluarga.
Jakarta, IDN Times - Hizbullah dikabarkan telah mendapatkan bantuan uang tunai dari Iran dengan total 250 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp3,5 triliun. Menurut seorang sumber pada Rabu (7/10/2026), bantuan itu diberikan Teheran kepada Hizbullah untuk membantu warga Lebanon yang kini terpaksa mengungsi akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sejak 2 Maret lalu.
1. Iran mengirim bantuan dana ke Hizbullah melalui perantara

ilustrasi rahasia (unsplash.com/Sporisevic Photography) Menurut sumber tersebut, Iran mengirimkan bantuan dana ke Hizbullah lewat pihak ke-3 alias perantara. Langkah ini dilakukan untuk menghindari sanksi ekonomi dari AS. Dilansir The New Arab, para perantara yang membantu Teheran untuk mengirim dana ke Hizbullah meminta bayaran sebesar 20 persen.
Di sisi lain, seorang pejabat Hizbullah yang enggan disebut namanya mengatakan, pihaknya saat ini sudah menerima dana bantuan pihak asing. Namun, ia tidak menyebut dari mana dana tersebut berasal. Ia menambahkan bahwa Hizbullah akan segera menggunakan dana tersebut untuk membantu warga Lebanon yang terdampak serangan Israel.
2. AS merespons kabar bantuan dana dari Iran untuk Hizbullah

Gedung Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington D.C. (flickr.com/Tony Webster via commons.wikimedia.org/Tony Webster) Kabar ini lantas langsung terdengar oleh Pemerintah AS. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS mengatakan, Iran tidak mungkin mengirim bantuan dana ke Hizbullah. Sebab, mereka saat ini sedang menerima sanksi ekonomi dari AS. Kemlu AS menyebut, Hizbullah sengaja menyebarkan berita hoaks soal hal ini.
“Uang itu tidak ada. Hizbullah berusaha menyelamatkan muka mereka dengan cerita palsu tentang masuknya uang tunai dari Iran," ujar Juru Bicara Kemlu AS, Tommy Pigott, merespons kabar aliran dana dari Iran ke Hizbullah, seperti dilansir Times of Israel. Sejumlah media sudah berupaya menghubungi Pemerintah Iran untuk meminta penjelasan soal hal ini, tetapi belum direspons.
3. Hizbullah akan menggunakan dana dari Iran untuk membantu 50 ribu pengungsi Lebanon

Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel. (pexels.com/Jo Kassis) Sumber tadi melanjutkan, Hizbullah akan menggunakan dana bantuan dari Iran untuk membantu sekitar 50.000 keluarga Lebanon yang mengungsi imbas serangan Israel. Untuk tahap pertama, bantuan akan diberikan sebesar 3.000 dolar AS atau sekitar Rp53 juta per kepala keluarga.
Iran sendiri memang kerap memberikan bantuan kepada Hizbullah. Bantuan yang sering mereka berikan biasanya berupa pasokan senjata atau uang tunai. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk solidaritas Teheran terhadap Houthi. Sebab, keduanya sudah menjadi sekutu sejak lama.
Menurut Kementerian Keuangan AS, pada 2025 lalu, Iran juga pernah mengirim bantuan dana ke Hizbullah dengan total 1 miliar dolar AS atau Rp17,9 triliun. Namun, kementerian tersebut tidak menjelaskan untuk apa dana tersebut digunakan oleh Hizbullah.























