Presiden Lebonon Joseph Aoun (Arlington National Cemetery, Public Domain, via Wikimedia Commons)
Aoun menyambut positif inisiatif yang digagas oleh Macron bersama Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni terkait periode setelah berakhirnya mandat UNIFIL. Gagasan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi berakhirnya masa mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon) pada akhir tahun ini.
Pada Juni lalu, Prancis dan Italia telah mengusulkan pembentukan kontingen pasukan Eropa untuk mendampingi tentara Lebanon. Bantuan pasukan Eropa tersebut dirancang untuk menyokong tentara Lebanon begitu mereka dikerahkan ke sepanjang garis perbatasan internasional. Pelaksanaannya masih menunggu persetujuan mengenai kerangka hukum yang tepat.
Di sisi lain, rangkaian pertemuan di Paris bertujuan memobilisasi dukungan internasional terkait peralatan, pelatihan, serta penguatan kapasitas tentara Lebanon dan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon.
Otoritas Lebanon mencatat bahwa serangan militer Israel sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 4.381 korban jiwa, melukai 12.402 orang, dan memaksa lebih dari 1 juta warga mengungsi. Rentetan serangan tersebut tetap berlanjut meski kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni telah ada.
Kerangka kesepakatan itu mensyaratkan penarikan pasukan Israel secara bertahap dengan imbalan penyebaran tentara nasional Lebanon serta pelucutan senjata kelompok bersenjata, termasuk Hizbullah.