Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lula Kembali Menang Pilpres Brasil, Bikin Malu Bolsonaro dan Trump
Presiden Brasil, Lula da Silva. (REPÚBLICA DE COLOMBIA, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Lula da Silva memenangkan pemilihan presiden Brasil dengan 51,75 persen suara setelah sebelumnya kalah tipis pada putaran pertama.

  • Kemenangan itu mengantarkan Lula ke masa jabatan keempat dan mencetak sejarah dalam politik Brasil.

  • Hasil pemilihan menjadi pukulan bagi keluarga Bolsonaro serta Donald Trump, sementara pendukung Lula merayakannya di sejumlah kota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
akhir 1970-an

Lula bekerja sebagai buruh pabrik sebelum menjadi pemimpin serikat pekerja di kawasan industri pinggiran Sao Paulo.

1980-an

Brasil kembali menjadi negara demokrasi. Belum pernah kandidat yang berada di posisi kedua pada putaran pertama memenangkan putaran kedua pemilihan presiden.

1989

Lula mencoba memenangkan pemilihan presiden untuk pertama kalinya, tetapi kalah.

1994

Lula kembali mencoba memenangkan pemilihan presiden, tetapi kembali kalah.

1998

Lula untuk ketiga kalinya mencoba memenangkan pemilihan presiden dan kembali mengalami kekalahan.

2002

Lula terpilih sebagai presiden pertama Brasil yang berasal dari kelas pekerja.

2022

Lula memenangkan pemilihan presiden setelah mengalahkan Jair Bolsonaro.

awal Oktober

Lula kalah tipis dari Flavio Bolsonaro pada putaran pertama pemilihan presiden.

Minggu (25/10/2026)

Lula memenangkan putaran kedua pemilihan presiden Brasil dengan 51,75 persen suara. Pendukungnya merayakan hasil tersebut di Sao Paulo.

Senin (26/10/2026)

Reginaldo Lopes menyambut kemenangan Lula dan menyebutnya sebagai pesan Brasil kepada dunia mengenai penolakan terhadap kelompok ekstrem kanan.

kini

Jair Bolsonaro menjalani hukuman 27 tahun penjara atas upaya pengambilalihan kekuasaan yang gagal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lula da Silva memenangkan pemilihan presiden Brasil dengan 51,75 persen suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro yang memperoleh 48,25 persen.
  • Who?
    Luiz Inácio Lula da Silva dan Flavio Bolsonaro menjadi kandidat utama dalam pemilihan presiden Brasil.
  • Where?
    Perayaan kemenangan berlangsung di Sao Paulo, sementara Flavio mengikuti penghitungan suara di Brasilia.
  • When?
    Hasil kemenangan Lula dirayakan pada Minggu (25/10/2026), setelah putaran kedua pemilihan presiden.
  • Why?
    Lula memperoleh dukungan lebih besar setelah angka abstain turun dari 21,08 persen menjadi 19,21 persen.
  • How?
    Lula membalikkan kekalahan pada putaran pertama dan unggul 4,3 juta suara dari Flavio Bolsonaro pada putaran kedua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lula menang menjadi presiden Brasil lagi. Ia mendapat suara lebih banyak daripada Flavio Bolsonaro, anak Jair Bolsonaro. Banyak orang yang mendukung Lula merayakan kemenangan di Sao Paulo. Lula menang setelah sebelumnya kalah sedikit pada putaran pertama. Sekarang, ia akan menjalani masa jabatan keempat sebagai presiden Brasil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemenangan Lula menunjukkan bahwa perubahan dukungan pemilih dapat memengaruhi hasil pemilihan secara signifikan. Penurunan angka abstain turut memperbesar partisipasi dalam putaran kedua. Di tengah persaingan ketat, perayaan pendukung di sejumlah kota juga memperlihatkan keterlibatan masyarakat Brasil dalam proses politik dan demokrasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sorak-sorai pendukung Luiz Inácio Lula da Silva pecah di jalanan Sao Paulo, Brasil, pada Minggu (25/10/2026). Lula berhasil membalikkan keadaan dalam pemilihan presiden dan mengalahkan rivalnya dari sayap kanan, Flavio Bolsonaro.

Dengan hampir 99 persen suara telah dihitung, Lula memperoleh 51,75 persen suara, sementara Flavio yang berusia 45 tahun meraih 48,25 persen. Kemenangan tersebut mengantarkan Lula ke masa jabatan keempatnya sebagai presiden Brasil.

Suasana kemenangan terlihat di Sao Paulo, tempat Lula mengikuti penghitungan suara. Perayaan juga berlangsung di hotel tempat dia memantau hasil pemilihan.

Kemenangan ini menjadi kebangkitan politik yang dramatis bagi Lula. Pada putaran pertama pemilihan presiden yang berlangsung pada awal Oktober, ia justru kalah tipis dari Flavio Bolsonaro. Hasil tersebut sempat membuat masa depan politik Lula diragukan dan memicu kegelisahan di kalangan pendukung progresif Brasil selama tiga pekan.

1. Lula balikkan keadaan dalam putaran kedua

Foto Resmi Presiden Republik, Luiz Inácio Lula da Silva. Tanggal 16 Februari 2023 (Palácio do Planalto from Brasilia, Brasil, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Kemenangan Lula mencetak sejarah baru dalam politik Brasil. Sejak negara tersebut kembali menjadi demokrasi pada 1980-an, belum pernah kandidat yang menempati posisi kedua pada putaran pertama berhasil memenangkan putaran kedua pemilihan presiden.

Lula berhasil membalikkan keadaan setelah selisih suara pada putaran pertama mencapai 2,2 juta suara. Dalam pemungutan suara kali ini, ia justru unggul 4,3 juta suara dari Flavio Bolsonaro.

Salah satu faktor yang membantu Lula adalah meningkatnya partisipasi pemilih. Pada putaran pertama, angka abstain mencapai rekor 21,08 persen. Kondisi tersebut dinilai lebih banyak memengaruhi pemilih Lula karena mereka cenderung tinggal lebih jauh dari tempat pemungutan suara.

Pada putaran kedua, angka abstain turun menjadi 19,21 persen. Penurunan tersebut membantu Lula memperbesar dukungan dan mengamankan kemenangan.

Reginaldo Lopes, salah satu sekutu utama Lula, menyambut hasil tersebut dengan penuh sukacita. Ia mengatakan, kemenangan itu merupakan pesan Brasil kepada dunia mengenai penolakan terhadap kelompok ekstrem kanan.

“ Saya merasa luar biasa. Ini adalah Brasil yang memberi tahu dunia bahwa ekstrem kanan bersifat fasis, bahwa ekstrem kanan menentang orang kulit hitam, orang miskin, negara, dan kaum gay,” kata Lopes kepada The Guardian, Senin (26/10/2026).

“ Kita akan mengorganisasi kembali kekuatan demokrasi di negara ini,” sambungnya.

2. Dari pemimpin buruh hingga jadi Presiden Brasil

Presiden Brasil Luis Inacio Lula da Silva mengunjungi Sekretariat ASEAN di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Bagi Lula, kemenangan ini menjadi babak terakhir yang luar biasa dalam perjalanan politiknya. Ia lahir dalam kemiskinan di wilayah pedesaan Brasil dan kemudian bekerja sebagai buruh pabrik sebelum muncul sebagai pemimpin serikat pekerja di kawasan industri pinggiran Sao Paulo pada akhir 1970-an.

Setelah terjun ke dunia politik, Lula tiga kali mencoba memenangkan pemilihan presiden, yakni pada 1989, 1994, dan 1998. Ketiga upaya tersebut berakhir dengan kekalahan.

Lula akhirnya mencetak sejarah pada 2002 ketika terpilih sebagai presiden pertama Brasil yang berasal dari kelas pekerja. Ia kemudian menyelesaikan dua masa jabatan berturut-turut, sesuai batas yang ditetapkan konstitusi.

Setelah meninggalkan kekuasaan, Lula kembali mencalonkan diri dan memenangkan pemilihan presiden pada 2022. Saat itu, ia mengalahkan Jair Bolsonaro, ayah Flavio Bolsonaro, yang masih menjabat sebagai presiden Brasil.

Jair Bolsonaro kemudian dipenjara karena merencanakan kudeta. Ia kini menjalani hukuman 27 tahun penjara atas upaya pengambilalihan kekuasaan yang gagal tersebut.

Lula, yang akan berusia 81 tahun pada Selasa, kembali memenangkan pemilihan presiden setelah melewati persaingan ketat dengan putra Jair Bolsonaro.

3. Kemenangan jadi pukulan bagi keluarga Bolsonaro dan Trump

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva sedang menyampaikan pidatonya di General Assembly Hall, New York, Selasa (23/9/2025). (YouTube IDN Times)

Kemenangan Lula menjadi kabar buruk bagi keluarga Bolsonaro. Jair Bolsonaro yang tengah menjalani tahanan rumah di Brasilia berharap putranya menang agar dirinya dapat dibebaskan dan memperoleh peran dalam pemerintahan. Namun, harapan tersebut kandas setelah Flavio Bolsonaro kalah dalam putaran kedua pemilihan presiden.

Hasil pemilihan juga menjadi pukulan bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump merupakan sekutu internasional terpenting keluarga Bolsonaro dan berharap Flavio menjadi salah satu pemimpin pro-Trump terbaru yang berkuasa di Amerika Latin.

Trump sebelumnya mendukung sejumlah pemimpin pro-Trump di kawasan tersebut, termasuk Abelardo de la Espriella di Kolombia, Daniel Noboa di Ekuador, José Antonio Kast di Chile, dan Javier Milei di Argentina.

Konfirmasi kemenangan Lula disambut kemarahan dan kebingungan di Brasilia, tempat Jair Bolsonaro tinggal dalam tahanan rumah dan putranya mengikuti penghitungan suara. Sementara itu, pendukung Lula kembali memenuhi Sao Paulo pada Minggu malam untuk merayakan hasil pemilihan. Ratusan orang berkumpul di Paulista Avenue, membawa bendera merah dengan wajah Lula.

“ Saya sangat bahagia berada di sini dan berjuang untuk Lula,” kata Camilo Buarque, 35 tahun, saat menyaksikan Lula unggul dalam penghitungan suara.

“Keyakinan saya datang dari energi, kebahagiaan, dan cinta dari orang-orang di sekitar saya. Inilah demokrasi,” imbuhnya.

Ester Almeida, 28 tahun, juga mengungkapkan kegembiraannya saat mengikuti penghitungan suara.

“Jantung saya berdetak seribu kali per detik, tetapi saya yakin,” katanya.

Sebelum pemungutan suara, pendukung Lula menggelar dua aksi besar pada Sabtu. Lebih dari satu juta orang memadati Pantai Copacabana di Rio de Janeiro, sementara jumlah yang lebih besar lagi berbaris di Paulista Avenue, Sao Paulo.

Di Rio, seorang sopir truk bernama Josias Silva mengaku yakin Lula akan kembali menang setelah berminggu-minggu berlangsung demonstrasi mahasiswa yang menentang Bolsonaro.

“Rakyat sudah bangun. Belum pernah ada demonstrasi seperti ini. Ini adalah unjuk rasa terbesar dalam sejarah Brasil. Dan besok kita akan menang dengan lebih dari 60 persen suara,” kata Silva.

Di Sao Paulo, sebagian pendukung Lula juga menyoroti dugaan upaya politisi pro-Bolsonaro untuk menggagalkan pemilihan dengan mengganggu transportasi umum di wilayah-wilayah yang menjadi basis pemilih Lula.

“ Saya pikir ini adalah upaya kudeta lain yang sedang dicoba oleh ekstrem kanan di Brasil. Namun, kita benar-benar harus berjuang agar bisa menang,” kata Lucas Lopes, 32 tahun, pekerja hubungan masyarakat asal Sao Paulo.

Dugaan upaya tersebut gagal menggagalkan kemenangan Lula.

“ Saya akan jujur. Pada putaran pertama, kelompok kiri gagal. Namun, pada putaran kedua mereka bangkit,” kata Caio Marques, 40 tahun, fotografer dari Franca, sebuah kota di pedalaman negara bagian Sao Paulo.

“Dan tidak ada kudeta yang bisa merampas kemenangan ini dari kami,” tambahnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article