Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kapolda Metro Minta Anggota Merekam Pelanggaran Selama Operasi Patuh Jaya

3 min read
Kapolda Metro Minta Anggota Merekam Pelanggaran Selama Operasi Patuh Jaya
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Kapolda Metro Jaya meminta seluruh penindakan selama Operasi Patuh Jaya 2026 direkam melalui bodycam atau telepon seluler.

  • Propam Polda Metro Jaya mengawasi Polantas untuk menjaga kedisiplinan, profesionalitas, dan sikap humanis saat bertugas.

  • Operasi menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas dan memetakan titik rawan berdasarkan akar masalahnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto menginstruksikan anggotanya untuk mendokumentasikan penindakan selama Operasi Patuh Jaya 2026 yang berlangsung mulai hari ini (26/10/2026) hingga (8/11/2026).

Dadang menegaskan, dokumentasi wajib dilakukan menggunakan kamera tubuh (bodycam) atau telepon seluler untuk memastikan penindakan berlangsung profesional, transparan, dan akuntabel.

“Jadi setiap tindakan atau penindakan kepolisian, baik itu secara teguran, harus dilakukan dengan menggunakan video, baik itu melalui bodycam atau rekaman HP. Di sini petugas menggunakannya sebagai bahan pengawasan, akuntabilitas, dan evaluasi,” kata Dadang dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya, Senin (26/10/2026).

  1. 1. Propam akan melekat pada Polantas selama penindakan

    IMG_0651.jpeg
    Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

    Nantinya, petugas di lapangan pun akan diawasi oleh Propam Polda Metro Jaya. Mereka akan melekat Polisi Lalu Lintas (Polantas) selama penindakan di jalan.

    “Libatkan secara aktif untuk mengawasi kedisiplinan personel, memastikan tidak ada penyimpangan, serta menjaga sikap profesional dan humanis di lapangan. Kedepankan edukasi dan pencegahan namun lakukan penegakan hukum secara tegas, adil, dan konsisten terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan,” lanjutnya.

  2. 2. Target pelanggaran yang bakal ditindak

    Ilustrasi tilang elektronik atau ETLE (Dok.Polda Riau)
    Ilustrasi tilang elektronik atau ETLE (Dok.Polda Riau)

    Operasi Patuh Jaya kali ini mengusung tema ‘Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan’. Operadi ini melibatkan 2.938 personel gabungan yang terdiri dari 2.798 perseonel Polri, 80 TNI, 30 Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, dan 30 Satpol PP.

    “Tema ini menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan kamseltibcarlantas, tetapi perlu sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Dalam hal ini, instansi terkait, tokoh masyarakat, orang tua, guru, dan masyarakat itu sendiri untuk membangun kepatuhan yang lahir dari kecerdasan murni dari dalam diri pribadi, kesadaran pribadi. Oleh karena itu, cara bertindak operasi ini lebih dominan pada upaya preemtif dan preventif,” kata Dadang

    Lalu apa saja target pelanggaran di jalan selama operasi ini?

    1. Pengendara tanpa helm SNI

    2. Tidak memakai sabuk pengaman

    3. Penggunaan ponsel saat berkendara

    4. Pelanggaran rambu atau marka

    5. Menerobos lampu merah

    6. Melebihi batas kecepatan

    7. Melawan arus


    Operasi Patuh Jaya kali ini mengusung tema ‘Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan’. Operadi ini melibatkan 2.938 personel gabungan yang terdiri dari 2.798 perseonel Polri, 80 TNI, 30 Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, dan 30 Satpol PP.

    “Tema ini menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan kamseltibcarlantas, tetapi perlu sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Dalam hal ini, instansi terkait, tokoh masyarakat, orang tua, guru, dan masyarakat itu sendiri untuk membangun kepatuhan yang lahir dari kecerdasan murni dari dalam diri pribadi, kesadaran pribadi. Oleh karena itu, cara bertindak operasi ini lebih dominan pada upaya preemtif dan preventif,” kata Dadang

    Lalu apa saja target pelanggaran di jalan selama operasi ini?

  3. 3. Arahan Kapolda ke jajaran

    ilustrasi tilang (IDN Times/Mia Amalia)
    ilustrasi tilang (IDN Times/Mia Amalia)

    Untuk mencapai target kepatuhan berkendara masyarakat, Kapolda Metro menginstruksikan jajaran untuk melaksanakan pendataan dan pemetaan berbasis akar masalah. Dadang meminta salah satunya agar anggota memetakan titik rawan pelanggaran melawan arus.

    “Identifikasi akar masalahnya, apakah kurangnya rambu peringatan, minimnya pengawasan, atau faktor rekayasa lalu lintas,” ujar dia.

    Kemudian, titik rawan kecelakaan juga akan didata terkait akar masalah seperti apakah kondisi jalan rusak, kurangnya penerangan lampu jalan, minimnya rambu, atau minimnya pengawasan.

    “Petakan dan identifikasi pelanggaran kacamata seperti tidak memakai helm. Catat identitas, alamat rumah, atau asal sekolah bagi pelanggar yang masih berstatus pelajar. Cari tahu akar masalahnya melalui pendekatan humanis, apakah karena faktor ekonomi tidak mampu membeli helm atau sekadar rendahnya kesadaran masyarakat,” lanjutnya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More