Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Macron Kecam Demo Anarkis yang Terjadi di Sejumlah Wilayah Prancis
potret Presiden Prancis, Emmanuel Macron (commons.wikimedia.org/European Union)
  • Presiden Emmanuel Macron mengecam demonstrasi anarkis di sejumlah wilayah Prancis, menyebut aksi tersebut memicu kemarahan dan rasa malu karena merugikan banyak pihak.
  • Ratusan pelajar berdemo di Paris, Marseille, dan Lille, disertai penjarahan serta perusakan toko mewah, sambil memprotes kondisi pendidikan, kenaikan biaya hidup, dan ekonomi yang menurun.
  • Macron menyebut pelaku sebagai unsur sayap kiri radikal yang bergabung dengan penjahat, serta berjanji menuntut ganti rugi, menangkap, dan menghukum demonstran terlibat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengecam demo anarkis yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah di negaranya. Dalam pernyataannya, ia mengaku merasa terkejut dan sangat marah karena warga Prancis dengan teganya menggelar demo hingga melakukan tindakan yang merugikan banyak pihak.

"Melihat gambar-gambar ini, kita semua bertanya pada diri sendiri: apa yang ada di benak mereka? Bagaimana mungkin orang Prancis melakukan ini pada Prancis? Tidak ada yang membenarkannya, tidak ada yang menjelaskannya, tidak ada yang memaafkannya. Malam ini, kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu," kata Macron dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi Prancis pada Minggu (18/10/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.

1. Macron menyebut para pengunjuk rasa sebagai kelompok sayap kiri radikal

potret demo di Kota Lisbon, Portugal (pexels.com/Pedro Rebelo Pereira)

Dalam pernyataannya, Macron juga menyebut para pengunjuk rasa yang terdiri dari kalangan pelajar di Prancis sebagai "Kelompok sayap kiri radikal". Menurutnya, para pelajar tersebut sengaja bergabung dengan "Kelompok penjahat" untuk membuat onar di Prancis hingga merugikan banyak orang.

“Ini merupakan kekerasan tanpa batas yang dilakukan oleh unsur-unsur pemberontak dari kelompok-kelompok sayap kiri radikal yang bergabung dengan sejumlah penjahat,” lanjut Macron menurut laporan France24.

2. Kalangan pelajar menjarah dan merusak toko-toko barang mewah di sejumlah kota di Prancis

Kecaman ini dilontarkan Macron untuk merespons demo anarkis yang dilakukan kalangan pelajar di sejumlah kota besar di Prancis pada Sabtu (17/10/2026) pekan lalu. Kala itu, ratusan pelajar menggelar demonstrasi besar-besaran di Paris, Marseille, dan Lille sambil menjarah dan merusak toko-toko barang mewah yang ada di sana.

Dalam demo tersebut, para pelajar memprotes kondisi pendidikan di Prancis yang dianggap kurang diperhatikan pemerintah. Sebab, banyak sekolah yang rusak dan kekurangan pegawai sehingga tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar. Selain itu, para pengunjuk rasa juga memprotes kenaikan biaya hidup dan kondisi perekonomian Prancis yang kini sedang menurun. Mereka menuntut Pemerintah Prancis yang dipimpin Macron untuk segera mengatasi masalah tersebut.

3. Macron berjanji akan menindak tegas para penjarah

ilustrasi hukuman (pexels.com/Markus Winkler)

Namun, Macron justru mengatakan, semua pelajar yang terlibat aksi perusakan dan penjarahan sejumlah toko di Paris, Marseille, dan Lille harus membayar ganti rugi akibat kerusakan yang mereka buat. Selain itu, ia juga berjanji akan menangkap dan menghukum para demonstran yang terlibat dalam aksi terseut. Sebab, ia menganggap tindakan itu tidak bisa dibenarkan.

"Mereka yang menjarah harus membayar ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan dan mereka yang berupaya menjatuhkan Republik (Prancis) akan dimintai pertanggungjawaban," ungkap Macron.

Demo pelajar yang terjadi di Prancis ini sebetulnya sudah dimulai sejak September lalu. Kala itu, demo pertama kali terjadi di sekolah menengah atas (SMA) yang ada di Kota Creite. Demo ini akhirnya memicu siswa Prancis lainnya untuk melakukan aksi serupa sehingga demo jadi menyebar luas ke sejumlah kota besar seperti yang saat ini terjadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article