Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Macron Tegaskan Dukungan Prancis untuk Ukraina Hadapi Eskalasi Rusia

2 min read
Macron Tegaskan Dukungan Prancis untuk Ukraina Hadapi Eskalasi Rusia
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com/EmmanuelMacron)
  • Presiden Emmanuel Macron menegaskan Prancis akan terus mendukung Ukraina menghadapi eskalasi Rusia, termasuk membantu pertahanan, perlindungan warga sipil, dan infrastruktur.
  • Saat bertemu Macron di Brussel, Volodymyr Zelenskyy melaporkan serangan drone Rusia terhadap infrastruktur energi di Lutsk yang memicu pemadaman listrik.
  • Ukraina dan Prancis membahas respons atas serangan Rusia, paket penguatan penerbangan tempur, serta percepatan sistem pertahanan antibalistik Eropa FREYJA yang ditargetkan beroperasi akhir 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan dukungan negaranya untuk Ukraina saat bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy di Brussel, Belgia, pada Kamis (15/10/2026). Macron menyatakan Prancis akan terus membantu Ukraina mempertahankan diri serta melindungi penduduk sipil dan infrastrukturnya.

Melalui unggahan di X pada Kamis malam, Macron menegaskan komitmen tersebut di tengah eskalasi Rusia. Sementara itu, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Rusia kembali menyerang infrastruktur energi Ukraina menggunakan drone saat pertemuan berlangsung, menyebabkan pemadaman listrik di Kota Lutsk.

  1. 1. Macron tegaskan dukungan Prancis untuk Ukraina

    Macron menyatakan Prancis akan terus mendukung Ukraina dalam menghadapi eskalasi Rusia dan membantu negara itu mencapai perdamaian yang kokoh dan langgeng.

    "Saat Rusia memilih untuk melakukan eskalasi karena terdesak di garis depan, penting bagi kita untuk secara kolektif menyediakan segala sarana yang diperlukan Ukraina guna mempertahankan diri serta melindungi warga sipil dan infrastrukturnya," tulis Macron di X.

    Ia juga menegaskan bahwa Prancis akan terus menjalankan tanggung jawabnya dalam mendukung Ukraina.

  2. 2. Zelenskyy laporkan serangan drone Rusia di Lutsk

    Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
    Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com/ZelenskyyUa)

    Pada hari yang sama, Zelenskyy menyatakan lewat X bahwa Rusia melancarkan serangan drone terhadap infrastruktur energi di Lutsk ketika ia bertemu Macron. Serangan tersebut menyebabkan pemadaman listrik di kota itu.

    Zelenskyy menuding Rusia mengabaikan usulan Presiden Amerika untuk menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi. Ia juga mengeklaim Rusia memanfaatkan gangguan operasional Starlink untuk menimbulkan kerusakan terhadap berbagai fasilitas yang menopang kehidupan sehari-hari.

    Zelenskyy menyebut serangan terhadap Ukraina telah berlangsung hampir terus-menerus dalam beberapa hari terakhir. Ia mengapresiasi bantuan Prancis dalam mencari cara untuk merespons eskalasi Rusia.

  3. 3. Ukraina percepat penguatan pertahanan bersama mitra Eropa

    Zelenskyy mengatakan bahwa kedua pemimpin membahas sejumlah langkah untuk merespons serangan Rusia. Ukraina dijadwalkan menerima paket baru untuk memperkuat kemampuan penerbangan tempurnya pada Oktober 2026. Ukraina juga mempercepat pengembangan sistem pertahanan antibalistik Eropa, FREYJA, yang ditargetkan mulai beroperasi paling lambat akhir 2026. 

    "Saya berterima kasih kepada Emmanuel; semua lisensi produksi persenjataan yang dijanjikan Prancis kepada Ukraina telah diperoleh. Penting untuk segera menindaklanjuti hal ini di tingkat teknis. Terima kasih, Prancis!" pungkasnya. 

    Dilansir Anadolu Agency, pertemuan dengan Macron berlangsung saat Zelenskyy berada di Brussel untuk menghadiri pertemuan Dewan Eropa dan berbicara dengan sejumlah mitra.

    Di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa (KTT UE), ia juga bertemu dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte, Perdana Menteri (PM) Polandia Donald Tusk, Raja Belgia Philippe, PM Belgia Bart De Wever, serta PM Denmark Mette Frederiksen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More