Jakarta, IDN Times - Meksiko membuka investigasi soal pelanggaran kedaulatan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) pada 2024. Saat itu, agen FBI diduga sudah masuk ke teritori Meksiko untuk menangkap pemimpin Kartel Sinaloa, Ismael Zambada alias El Mayo.
“Jika salah satu agen AS berpartisipasi dalam operasi penangkapan ini, mereka jelas melanggar perjanjian internasional dan konstitusi di Meksiko,” terang Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dikutip dari CBS News, Jumat (10/7/2026).
Pada 2024, El Mayo sudah ditangkap bersama dengan anak El Chapo, Joaquin Guzman Lopez saat dialihkan ke AS menggunakan pesawat jet pribadi. Hingga kini, keduanya masih mendekap di penjara AS.
