Arsitektur Masjid Qiblatain di Madinah menampilkan keindahan desain modern dengan payung besar, menara megah, dan halaman luas berlapis marmer yang memantulkan cahaya matahari. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Di masa modern, Masjid Qiblatain menjadi salah satu destinasi wisata religi ziarah yang paling diminati oleh jemaah haji dan umrah. Berkunjung ke masjid ini berarti menelusuri jejak-jejak dakwah kenabian yang penuh hikmah.
Secara historis, masjid ini benar-benar mempertahankan dua mihrab (ceruk tempat imam memimpin salat). Satu menghadap Yerusalem (Utara) dan satu lagi menghadap Makkah (Selatan). Namun, pada proyek pemugaran di era modern, mihrab yang menghadap ke Masjidil Aqsa ditutup atau dihilangkan. H. Dendi menjelaskan, "Di dalamnya ada dua kiblat... walaupun sekarang sudah ditutup ya, yang ke arah Masjidil Aqsa-nya." Penutupan ini dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi untuk mencegah kebingungan jemaah dan menjaga kesempurnaan tata cara salat umat Islam saat ini yang hanya memiliki satu kiblat mutlak.
Masjid Qiblatain masa kini menonjolkan arsitektur simetris yang indah dengan warna putih bersih. Bangunan ini dihiasi dengan dua menara kembar dan kubah-kubah besar yang memberikan kesejukan bagi jemaah di tengah teriknya Madinah.
Sebagai bagian dari peninggalan sejarah penting, area di sekitar Masjid Qiblatain terus ditata. Ruang salatnya diperluas, dilengkapi sistem pendingin udara yang modern, eskalator, serta area parkir dan taman yang nyaman. Mengingat masjid ini sering dilalui dalam rute wisata religi (city tour) Madinah, fasilitasnya dirancang untuk mengakomodasi ribuan jemaah dengan optimal.
Keelokan Masjid Qiblatain yang Bersejarah
Arsitektur Masjid Qiblatain di Madinah menampilkan keindahan desain modern dengan payung besar, menara megah, dan halaman luas berlapis marmer yang memantulkan cahaya matahari. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Masjid Qiblatain di Madinah menampilkan arsitektur putih yang elegan dengan dua menara tinggi dan sentuhan desain modern. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Masjid Qiblatain di Madinah menampilkan arsitektur putih yang elegan dengan dua menara tinggi dan sentuhan desain modern. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Pemandangan interior Masjid Qiblatain yang menampilkan arsitektur islami dengan pilar tinggi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Ukiran yang menandakan mihrab yang menghadap ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Palestina (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Ukiran yang menandakan mihrab yang menghadap ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Palestina (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Bagi umat Islam, ziarah ke Masjid Qiblatain bukanlah sekadar mengunjungi monumen antik. Sebagaimana direfleksikan oleh H. Dendi, ini adalah perjalanan menyerap hikmah tentang kedisiplinan spiritual. Masjid Qiblatain mengajarkan bahwa ketaatan sejati adalah kesiapan untuk menggeser 'arah' hidup kita kapan pun titah Ilahi memintanya, persis seperti para sahabat yang memutar tubuh mereka di tengah salat tanpa keraguan sedikit pun.
Referensi:
Al-Qur'an Al-Karim. Surah Al-Baqarah [2]: 144 (Perintah pemindahan arah kiblat) dan Surah An-Najm [53]: 3-4 (Nabi tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu).
Sahih Al-Bukhari & Muslim. Hadis riwayat Al-Bara' bin 'Azib mengenai salat Nabi menghadap Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan sebelum akhirnya dialihkan ke Ka'bah.
Wawancara H. Dendi (Pembimbing Ibadah Daker Bandara PPIH). Analisis tentang hikmah ziarah di Madinah, sejarah penutupan mihrab Al-Aqsa, serta prinsip Nabi Muhammad SAW yang selalu berpatokan pada wahyu Allah SWT.