Jakarta, IDN Times - Terik matahari menyengat Base Ops Pandawa Halim Perdanakusuma Senin (19/10/2026) siang. Suhu udara mencapai 34 derajat Celcius, tetapi terasa seperti hampir 36 derajat Celcius. Meski cuaca begitu panas, sejumlah jurnalis tetap antusias untuk terbang menggunakan pesawat Hercules C-130J milik Royal Australian Air Force (RAAF). Kami akan menuju Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menyaksikan latihan menembak langsung (live-fire exercise) sekaligus penutupan Keris Woomera 2026, latihan militer gabungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Force (ADF).
Keris Woomera berlangsung pada 12–20 Oktober 2026. Latihan gabungan ini melibatkan sekitar 1.000 personel ADF dan 1.200 personel TNI, dengan rangkaian kegiatan di Jawa Timur, Laut Bali, dan Samudra Hindia bagian utara. Selain latihan menembak langsung, kegiatan ini mencakup pendaratan amfibi terintegrasi dan berbagai latihan maritim.
IDN Times mendapat kesempatan untuk mengikuti perjalanan udara menuju Banyuwangi bersama sejumlah awak media lainnya. Bagi saya, ini menjadi pengalaman pertama menaiki pesawat militer Hercules C-130J. Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam itu pun terasa semakin menarik karena saya belum pernah merasakan penerbangan dengan pesawat jenis ini.
