Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jajal Hercules C-130 Australia: Panas di Jakarta, Sunset di Banyuwangi
Pesawat Hercules C-130 J milik Royal Australian Air Force. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Sejumlah jurnalis terbang dengan Hercules C-130J milik RAAF menuju Banyuwangi untuk meliput latihan gabungan Keris Woomera 2026.

  • Kabin pesawat terasa panas sebelum lepas landas, kemudian lebih dingin saat mengudara, dengan suara mesin yang cukup bising.

  • Perjalanan sekitar dua jam berakhir di Banyuwangi pada pukul 17.50 WIB, dengan pengalaman kursi gantung berjaring dan pemandangan matahari terbenam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian mana dari penerbangan Hercules yang paling menarik?
Vote Now
12–20 Oktober 2026

Keris Woomera 2026 berlangsung dengan melibatkan personel ADF dan TNI. Kegiatannya mencakup latihan menembak langsung, pendaratan amfibi terintegrasi, dan latihan maritim.

Senin (19/10/2026)

Sejumlah jurnalis berangkat dari Base Ops Pandawa Halim Perdanakusuma menuju Banyuwangi menggunakan Hercules C-130J milik RAAF.

Sekitar 15 menit setelah mengudara

Penumpang mendapat boks berisi penganan ringan dan minuman kemasan.

Pukul 17.50 WIB

Pesawat tiba di Banyuwangi dan kedatangan penumpang disambut pemandangan matahari terbenam.

besok

Agenda berikutnya adalah menyaksikan latihan menembak langsung dan penutupan Keris Woomera 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian mana dari penerbangan Hercules yang paling menarik?
Vote Now
  • What?
    Sejumlah jurnalis melakukan perjalanan menggunakan Hercules C-130J menuju Banyuwangi untuk menyaksikan latihan dan penutupan Keris Woomera 2026.
  • Who?
    Sejumlah jurnalis, awak media, personel Royal Australian Air Force, ADF, TNI, dan Mayor Hamilton.
  • Where?
    Perjalanan berlangsung dari Base Ops Pandawa Halim Perdanakusuma menuju Banyuwangi, Jawa Timur.
  • When?
    Senin (19/10/2026) siang; pesawat tiba di Banyuwangi pada pukul 17.50 WIB.
  • Why?
    Untuk menyaksikan latihan menembak langsung dan penutupan Keris Woomera 2026.
  • How?
    Peserta mengikuti pengarahan keselamatan, menggunakan sabuk pengaman khusus dan penyumbat telinga, lalu terbang sekitar dua jam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian mana dari penerbangan Hercules yang paling menarik?
Vote Now

Sejumlah jurnalis naik pesawat Hercules milik Australia dari Halim ke Banyuwangi. Di dalam pesawat awalnya panas dan suaranya sangat bising, jadi mereka memakai penyumbat telinga. Setelah terbang, udara menjadi dingin. Perjalanan berlangsung sekitar dua jam dan mereka tiba sore hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian mana dari penerbangan Hercules yang paling menarik?
Vote Now

Perjalanan ini memberi kesempatan kepada awak media untuk merasakan langsung penerbangan dengan pesawat militer Hercules C-130J. Pengalaman tersebut memperlihatkan perbedaan suasana kabin, prosedur keselamatan, tempat duduk, dan kondisi selama penerbangan dibandingkan pesawat komersial, sekaligus mendukung peliputan Keris Woomera 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian mana dari penerbangan Hercules yang paling menarik?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Terik matahari menyengat Base Ops Pandawa Halim Perdanakusuma Senin (19/10/2026) siang. Suhu udara mencapai 34 derajat Celcius, tetapi terasa seperti hampir 36 derajat Celcius. Meski cuaca begitu panas, sejumlah jurnalis tetap antusias untuk terbang menggunakan pesawat Hercules C-130J milik Royal Australian Air Force (RAAF). Kami akan menuju Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menyaksikan latihan menembak langsung (live-fire exercise) sekaligus penutupan Keris Woomera 2026, latihan militer gabungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Force (ADF).

Keris Woomera berlangsung pada 12–20 Oktober 2026. Latihan gabungan ini melibatkan sekitar 1.000 personel ADF dan 1.200 personel TNI, dengan rangkaian kegiatan di Jawa Timur, Laut Bali, dan Samudra Hindia bagian utara. Selain latihan menembak langsung, kegiatan ini mencakup pendaratan amfibi terintegrasi dan berbagai latihan maritim.

IDN Times mendapat kesempatan untuk mengikuti perjalanan udara menuju Banyuwangi bersama sejumlah awak media lainnya. Bagi saya, ini menjadi pengalaman pertama menaiki pesawat militer Hercules C-130J. Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam itu pun terasa semakin menarik karena saya belum pernah merasakan penerbangan dengan pesawat jenis ini.

1. Peringatan dari awak kabin

Pesawat Hercules C-130 J milik Royal Australian Air Force. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Kesan pertama saat memasuki kabin adalah panas. Namun, tentu saja, Hercules C-130J bukan pesawat komersial yang dirancang untuk memberikan kenyamanan seperti penerbangan penumpang pada umumnya. Pesawat militer ini harus mampu beroperasi dalam berbagai kondisi.

Sebelum naik, kami terlebih dahulu mendapat pengarahan mengenai prosedur keselamatan. Salah seorang personel pesawat juga mengingatkan suhu di dalam kabin akan terasa panas sebelum pesawat mengudara.

“Di dalam nanti akan sangat panas, tapi begitu pesawat mengudara, udara dingin akan mulai terasa,” ujarnya kepada awak media dan penumpang lainnya. Sebagian besar penumpang dalam penerbangan tersebut berasal dari kalangan yang berkecimpung di bidang pertahanan.

Kami juga diajari cara menggunakan sabuk pengaman yang berbeda dari sabuk pengaman pesawat komersial. Selain itu, setiap penumpang mendapat penyumbat telinga untuk mengurangi kebisingan selama penerbangan.

“Kalau Anda tidak terbiasa, Anda akan merasa sangat bising. Tapi saya sudah biasa, jadi saya punya telinga kuat, tapi seperti orang tua,” kata Mayor Hamilton, personel ADF yang mendampingi kami, saat masih berada di ruang tunggu Base Ops Halim.

Peringatan itu ternyata bukan sekadar formalitas. Begitu berada di dalam pesawat, suara mesin dan kebisingan kabin memang terasa cukup kuat, terutama bagi penumpang yang belum terbiasa. Untungnya, penyumbat telinga berwarna oranye yang dibagikan sebelum keberangkatan membantu mengurangi kebisingan tersebut.

2. Dari kabin panas menuju udara dingin

Perubahan suasana mulai terasa ketika Hercules C-130J akhirnya lepas landas. Kabin yang sebelumnya pengap dan panas perlahan terasa lebih dingin. Saya bahkan merasakan aliran udara dari arah belakang punggung.

Rupanya, posisi tempat duduk turut memengaruhi pengalaman tersebut. Saya kebetulan duduk membelakangi pintu darurat. Posisi ini membuat saya merasakan aliran udara yang cukup kuat selama penerbangan.

Tempat duduk di dalam Hercules C-130J juga berbeda dari kursi penumpang pesawat komersial. Kami duduk di kursi gantung berwarna merah dengan bahan berjaring yang terpasang di sisi kabin. Pengalaman ini memberikan gambaran berbeda tentang bagaimana penumpang menempati ruang di dalam pesawat militer.

Sekitar 15 menit setelah mengudara, kami mendapat boks berisi penganan ringan dan minuman kemasan. Setelah kepanasan sejak berada di darat, minuman itu terasa menyegarkan selama perjalanan menuju Banyuwangi.

Sepanjang penerbangan, perjalanan berlangsung relatif mulus. Kami tidak merasakan turbulensi yang berarti, sehingga bisa menikmati perjalanan sambil menyesuaikan diri dengan suasana kabin Hercules C-130J yang bising.

3. Dua jam terbang dan disambut sunset Banyuwangi

Pesawat Hercules C-130 J milik Royal Australian Air Force. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Setelah menempuh perjalanan udara sekitar dua jam, pesawat akhirnya tiba di Banyuwangi pada pukul 17.50 WIB. Kedatangan kami disambut pemandangan matahari terbenam yang indah.

Penerbangan ini menjadi pengalaman berbeda dibandingkan saat menaiki pesawat komersial. Mulai dari suhu kabin yang panas sebelum lepas landas, suara mesin yang bising, penggunaan penyumbat telinga, hingga kursi gantung berjaring yang menjadi tempat duduk selama perjalanan.

Perjalanan tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman meliput Keris Woomera 2026. Kali ini, perjalanan menuju lokasi liputan bukan sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain, melainkan kesempatan untuk merasakan langsung penerbangan dengan pesawat militer milik Australia.

Itulah pengalaman IDN Times menaiki Hercules C-130J milik Royal Australian Air Force menuju Banyuwangi. Agenda berikutnya adalah menyaksikan latihan menembak langsung dan penutupan Keris Woomera 2026. Nantikan beritanya besok, ya.

Yuk, pilih pengalaman yang paling menarik

Bagian mana dari penerbangan Hercules yang paling menarik?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article