Jakarta, IDN Times - Hubungan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kembali memanas usai Teheran melontarkan pernyataan keras pada Minggu (18/10/2026) malam. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan Washington agar tidak lagi melancarkan serangan militer ke wilayah negaranya.
Peringatan tegas tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan dukungan terbuka bagi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjelang pemilu parlemen 27 Oktober 2026.
