Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menyoroti tiga tantangan global yang membentuk masa depan ekonomi kreatif, yakni perubahan iklim, perkembangan ekonomi digital, dan kecerdasan buatan (AI). Menurut dia, ketiganya menghadirkan peluang sekaligus risiko bagi para pelaku industri kreatif, terutama di negara berkembang.
Pernyataan tersebut disampaikan Arrmanatha dalam pembukaan World Conference on Creative Economy (WCCE) ke-5 di Jakarta. Ia mengatakan, perubahan iklim dapat mengancam warisan budaya dan mata pencaharian perajin, sementara perkembangan platform digital belum menjamin kreator memperoleh manfaat ekonomi yang adil.
Di sisi lain, AI berpotensi membantu kreator menekan biaya produksi dan menjangkau pasar baru. Namun, teknologi ini juga dapat merugikan kreator apabila karya mereka digunakan untuk melatih mesin tanpa persetujuan atau kompensasi.
“Teknologi harus melayani kreator, bukan menggantikannya,” kata Arrmanatha, saat pembukaan WCCE 2026, Kamis (22/10/2026).
