Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Unifikasi Korsel Tersangkut Kasus Kebocoran Data Nuklir Korut
Bendera Korea Selatan. (Unsplash.com/Stephanie Nakagawa)
  • Jaksa Korsel menyelidiki Menteri Unifikasi Chung Dong-young atas dugaan kebocoran rahasia negara setelah ia menyebut lokasi fasilitas nuklir Korut di Kusong secara terbuka dalam rapat parlemen.
  • Amerika Serikat menanggapi tegas dengan protes diplomatik dan menangguhkan pembagian intelijen tertentu kepada Seoul, termasuk data satelit rahasia terkait fasilitas nuklir Korut.
  • Menteri Chung membantah tuduhan, menyatakan informasinya bersumber dari publikasi resmi dan media, sementara Presiden Lee Jae Myung menegaskan tidak ada kebocoran intelijen AS serta memerintahkan penyelidikan internal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jaksa Korea Selatan (Korsel) menyelidiki Menteri Unifikasi Chung Dong-young atas dugaan kebocoran rahasia negara terkait fasilitas nuklir Korea Utara (Korut).

Kejaksaan Distrik Selatan Seoul pada Kamis (28/5/2026) mengatakan kasus tersebut telah dilimpahkan sejak 21 Mei lalu. Ini setelah sejumlah pengaduan diajukan karena menteri tersebut dinilai teledor dalam menyampaikan informasi intelijen ke publik, dilansir The Korea Times.

1. Pernyataan Chung memicu kekhawatiran di kalangan keamanan dan intelijen

Menteri Unifikasi Korea Selatan, Chung Dong-young. (dok: laman resmi Kementerian Unifikasi Korsel/https://unikorea.go.kr)

Kontroversi bermula dalam rapat parlemen pada 6 Maret lalu. Saat itu, Chung secara terbuka menyebut wilayah Kusong di Provinsi Pyongan Utara sebagai lokasi fasilitas pengayaan uranium ketiga Korut. Lokasi tersebut disebut melengkapi dua situs yang sudah diketahui sebelumnya, yaitu Yongbyon di Pyongan Utara dan Kangson di Nampo.

Tindakan Chung tersebut memicu dampak diplomatik yang serius. Sebab, merupakan pelanggaran rahasia negara karena Kusong merupakan informasi sensitif yang sebelumnya belum pernah diidentifikasi secara resmi oleh pemerintah Korsel. Chung menjadi pejabat Korsel pertama yang menyebutkan keberadaan lokasi Kusong, yang memicu kekhawatiran di kalangan keamanan dan intelijen.

2. AS merespons dengan tegas tindakan Menteri Unifikasi Korsel

Ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) merespons dengan tegas. Pihaknya melayangkan protes keras melalui lembaga diplomatik, keamanan, dan intelijen Korsel. AS juga menangguhkan pembagian informasi intelijen tertentu dengan Seoul, termasuk informasi satelit rahasia mengenai fasilitas nuklir Korut di Kusong.

Sebelumnya, Washington telah memberikan informasi intelijen tentang Pyongyang kepada Seoul, yang dikumpulkan melalui aset pengintaian seperti satelit, penyadapan, dan pesawat pengintai, The Chosun Daily melaporkan.

3. Berikut pembelaan Kementerian Unifikasi Korsel

Ilustrasi bendera Korea Utara (kiri) dan bendera Korea Selatan (kanan). (pixabay.com/www_slon_pics)

Menteri Chung dan Kementerian Unifikasi membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa pernyataan itu bukan bocoran intelijen, melainkan ringkasan informasi publik yang bersumber dari pernyataan kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), laporan lembaga riset, serta pemberitaan media massa.

Pihak kementerian juga menambahkan bahwa pelimpahan kasus oleh kejaksaan pada 28 Mei 2026 hanyalah proses administrasi hukum standar, bukan penanda dimulainya investigasi pidana secara resmi.

Bulan lalu, Presiden Korsel Lee Jae Myung menegaskan tidak ada kebocoran intelijen AS terkait isu tersebut. Lee menyebut tuduhan itu salah dan tidak berdasar. Ia juga memerintahkan penyelidikan mengapa isu ini bisa berkembang.

"Faktanya jelas bahwa keberadaan fasilitas nuklir yang sedang dibangun sudah diketahui luas di seluruh dunia, melalui berbagai surat kabar dan laporan media sebelum pernyataan Menteri Chung mengenai fasilitas nuklir yang sedang dibangun," kata Lee.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article