Jakarta, IDN Times - Pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, mengungkap arah strategi negaranya setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan hari ke-40 wafatnya pendahulunya, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pesan yang dirilis pada Kamis (9/4/2026), Khamenei menegaskan Iran akan memasuki fase baru, terutama dalam mengelola Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. Jalur tersebut dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.
Ia menyatakan, Iran akan pasti memasuki fase baru dalam mengelola Selat Hormuz. Pernyataan ini menandai perubahan pendekatan strategis Teheran terhadap jalur laut yang selama ini menjadi titik krusial dalam geopolitik global.
Selain itu, Khamenei juga menegaskan komitmen Iran untuk menuntut kompensasi atas dampak perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Ia menyebut Iran akan menuntut ganti rugi atas kerugian material maupun moral yang ditimbulkan.
