Jakarta, IDN Times — Sebanyak empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyanderaan di kapal tanker MT Honour 25 akhirnya kembali ke Tanah Air setelah melalui situasi sulit selama sekitar enam bulan. Di balik pembebasan tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, baik di dalam maupun luar negeri.
Menteri Luar Negeri, Arrmanatha ‘Tata’ Nasir, mengatakan proses pembebasan empat WNI tidak berlangsung singkat. Sejak awal, Kemlu melakukan diplomasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan para awak kapal hingga proses pembebasan dapat dilakukan.
Koordinasi tidak hanya dilakukan dengan pemerintah Somalia dan pemilik kapal. Hal itu juga melibatkan pemerintah negara lain karena 17 awak MT Honour 25 berasal dari beberapa negara, termasuk India, Pakistan, dan Myanmar.
Menurut Tata, proses negosiasi sengaja tidak disampaikan secara terbuka kepada media selama berlangsung. Langkah tersebut diambil agar informasi mengenai proses diplomasi tidak dimanfaatkan oleh para pembajak untuk menekan pihak yang tengah mengupayakan pembebasan para sandera.
