Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Netanyahu Disebut Desak AS Serang Iran sebelum Pemilu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Netanyahu dilaporkan mendesak Trump menyetujui serangan terhadap Iran sebelum pemilu Israel dan pemilu sela AS, dengan alasan kekhawatiran atas program nuklir Teheran.
  • Trump mengizinkan Israel melanjutkan persiapan militer tanpa komitmen resmi, sementara IDF dan CENTCOM bersiaga meski pejabat Israel belum melihat intelijen yang membenarkan operasi dalam waktu dekat.
  • Netanyahu membantah mendukung serangan sebelum pemilu, memperingatkan potensi serangan proksi Iran, dan menegaskan Israel siap membalas; Trump kembali mengancam akan mengambil tindakan terhadap Teheran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan mendesak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk kembali menyerang Iran. Menurut laporan televisi Channel 12 pada Selasa (13/10/2026), desakan itu disampaikan menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober dan pemilu sela AS sepekan setelahnya.

Para pejabat AS menangkap kesan dari perundingan pekan lalu bahwa Netanyahu ingin meluncurkan serangan sebelum pemungutan suara digelar. Ia menjadikan langkah mengkhawatirkan Teheran dalam program nuklir sebagai alasan utama. Sementara itu, Trump menyatakan kepada publik akan mengambil keputusan terkait Iran dalam waktu dekat.

1. Trump minta Israel bersiap tanpa beri komitmen resmi

Presiden AS, Donald Trump ( The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Sumber asal AS menyebutkan bahwa Netanyahu telah membahas kelanjutan serangan terhadap Teheran beberapa kali bersama Washington. Trump mempersilakan Netanyahu melanjutkan persiapan militer, tetapi tidak memberikan komitmen resmi untuk menyetujui serangan tersebut. Sikap presiden AS itu dilaporkan berubah-ubah setiap beberapa hari terkait rencana operasi ini.

Meski Trump sempat menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela AS pada 3 November, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Komando Pusat AS (CENTCOM) tetap bersiaga tinggi. Kedua kekuatan militer tersebut tengah merampungkan persiapan jika sewaktu-waktu Trump berubah pikiran. Di sisi lain, Netanyahu justru mengeklaim kepada para kepala keamanan Israel bahwa Trump yang pertama kali mengusulkan ide serangan sebelum pemilu.

Pejabat keamanan Israel menilai belum ada perubahan data intelijen yang membenarkan operasi militer gabungan AS-Israel dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Walau demikian, Iran dilaporkan telah menggelar uji coba rudal balistik di beberapa lokasi dalam beberapa hari terakhir. Militer Israel menilai upaya Teheran untuk membangun kembali program rudalnya yang rusak itu masih berjalan lambat dan parsial.

2. Netanyahu bantah ingin serang Iran sebelum pemilu

PM Israel Benjamin Netanyahu (U.S. Department of State from United States, Public domain, via Wikimedia Commons)

Kantor PM Israel membantah laporan bahwa Netanyahu berupaya memulai perang melawan Iran sebelum pemilu digelar. Mereka menyatakan sang PM hanya menjaga dialog rutin dengan Trump tanpa membahas isi percakapan mereka kepada publik. Gedung Putih juga memilih tidak memberikan komentar terkait laporan televisi tersebut.

Dalam wawancara bersama Army Radio pada Rabu (14/10/2026), Netanyahu menyatakan tidak mendukung serangan pendahuluan terhadap Teheran sebelum pemungutan suara. Para pengkritik sebelumnya menilai langkah militer menjelang pemilu hanya didasari oleh motif politik domestik. Pejabat AS menyebut pemerintahan Trump menyadari kekhawatiran politik Netanyahu yang meyakini kekuatannya bergantung pada citra sebagai perdana menteri masa perang.

"Waktu saat ini tidak tepat bagi kami, itu tidak baik. Bahkan jika Iran menembakkan rudal ke arah kami, mereka tetap akan menyalahkan saya," ujar Netanyahu, dilansir The Straits Times.

Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, turut memperingatkan pejabat AS bahwa eskalasi militer melawan Iran saat ini dapat memaksa penundaan pemilu Israel. Selain itu, seorang pejabat keamanan Israel menilai serangan baru tanpa operasi darat AS tidak akan membuahkan hasil berbeda dan justru menjadi bencana politik bagi Trump.

3. Netanyahu peringatkan proksi Iran untuk tidak menyerang Israel

Ilustrasi bendera Iran. (unsplash.com/sina drakhshani)

Netanyahu memperingatkan bahwa proksi Iran tengah berupaya melancarkan serangan ke wilayah Israel menjelang hari pemungutan suara. Ia menegaskan militer Israel siap menghadapi segala skenario dan akan membalas dengan kekuatan penuh jika Teheran mencoba menyerang. Netanyahu juga menyatakan Israel telah menyelesaikan sekitar 60 persen tujuan keamanannya terhadap poros Iran dan tidak akan membiarkan negara itu memiliki senjata nuklir.

Sementara itu, di tengah kampanye di Alaska pada Selasa, Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Teheran. Ia menggambarkan Iran sebagai negara gagal yang mengalami kehancuran ekonomi dengan tingkat inflasi mencapai 300 persen. Menurutnya, pemerintah Iran saat ini sudah tidak memiliki uang bahkan untuk membayar gaji pasukan mereka sendiri.

"Tunggu sampai Anda melihat apa yang akan kami lakukan terhadap Iran. Kami akan memberi mereka pelajaran," kata Trump, dilansir The Times of Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article