Survei Pemilu Israel: Oposisi Unggul 18 Kursi atas Blok Netanyahu

- Survei Channel 12 memproyeksikan blok penentang Benjamin Netanyahu meraih 67 dari 120 kursi Knesset, unggul 18 kursi atas koalisi pemerintah yang diperkirakan memperoleh 49 kursi.
- Partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot diproyeksikan memimpin dengan 23 kursi, diikuti Likud pimpinan Netanyahu 20 kursi; mayoritas 61 kursi diperlukan untuk membentuk pemerintahan.
- Dalam survei kelayakan perdana menteri, Eisenkot mengungguli Netanyahu 45 persen berbanding 35 persen; jajak pendapat melibatkan 509 responden pada 12 Oktober 2026.
Jakarta, IDN Times - Partai-partai penentang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diproyeksikan meraih 67 dari total 120 kursi parlemen Knesset, berbanding 49 kursi untuk koalisi pemerintahannya. Proyeksi tersebut didasarkan pada jajak pendapat yang dipublikasikan pada Senin (12/10/2026), menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.
Survei yang disiarkan oleh Channel 12 ini mencatat keunggulan blok penentang Netanyahu sebanyak 18 kursi atas koalisi penguasa. Dalam sistem parlemen Israel, dukungan mayoritas sedikitnya 61 kursi dibutuhkan untuk membentuk suatu pemerintahan.
1. Proyeksi pembagian kursi di parlemen Israel

potret pemimpin partai Democrats, Yair Golan (Oren Rozen, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons) Berdasarkan jajak pendapat Channel 12, partai-partai Zionis penentang Netanyahu diproyeksikan memperoleh 54 kursi, sedangkan kelompok partai Arab meraih 13 kursi. Adapun kelompok yang disebut oleh stasiun televisi tersebut sebagai blok ketiga diperkirakan mengamankan empat kursi. Partai Yashar pimpinan mantan kepala staf militer Gadi Eisenkot memimpin seluruh perolehan suara survei dengan proyeksi 23 kursi.
Partai Likud yang dipimpin Netanyahu berada di posisi berikutnya dengan 20 kursi, turun satu kursi dari survei sebelumnya yang disiarkan stasiun televisi tersebut. Sementara itu, partai Beyachad yang dipimpin mantan Perdana Menteri Naftali Bennett mempertahankan 13 kursi. Partai Democrats pimpinan Yair Golan dan partai Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman masing-masing diproyeksikan memperoleh sembilan kursi.
Partai The Joint List pimpinan Yousef Jabareen diproyeksikan meraih delapan kursi, sama dengan perolehan partai ultra-Ortodoks Shas pimpinan Aryeh Deri dan partai Jewish Power pimpinan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir. Aliansi United Torah Judaism pimpinan Yaakov Asher mendapatkan tujuh kursi, disusul aliansi Religious Zionism-Zehut pimpinan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan politisi Moshe Feiglin dengan enam kursi. Selain itu, partai United Arab List pimpinan Mansour Abbas memperoleh lima kursi sehingga jumlah gabungan representasi daftar Arab menjadi 13 kursi, serta partai Reservists-Economic pimpinan Yoaz Hendel dan Yaron Zelekha memperoleh empat kursi.
2. Hasil survei kelayakan calon perdana menteri

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (UK Government, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons) Mengenai kelayakan memimpin pemerintahan, Eisenkot mengungguli Netanyahu dengan perolehan 45 persen berbanding 35 persen. Angka ini memperlebar keunggulan Eisenkot menjadi 10 poin persentase dari sebelumnya tiga poin persentase pada survei terdahulu. Pada simulasi lainnya, Bennett memperoleh dukungan 37 persen, sementara Netanyahu memperoleh 36 persen.
Netanyahu unggul atas Lieberman dengan perolehan 35 persen berbanding 27 persen dalam pertanyaan kelayakan memimpin pemerintahan. Jarak keunggulan Netanyahu tersebut menyusut menjadi delapan persen poin dibandingkan 17 persen poin pada survei sebelumnya. Sekitar delapan persen responden menyatakan belum memutuskan figur yang akan mereka pilih dalam pemilihan mendatang.
3. Data teknis survei dan latar belakang pemerintahan petahana

ilustrasi pemilu (unsplash.com/Element5 Digital) Sebagaimana dilansir Anadolu Agency, jajak pendapat ini dilaksanakan pada 12 Oktober 2026. Survei tersebut melibatkan sampel representatif sebanyak 509 orang berusia 18 tahun ke atas. Batas kesalahan maksimal dalam pengumpulan data jajak pendapat ini berada pada angka 4,4 persen poin.
Netanyahu telah memimpin pemerintahan Israel saat ini sejak akhir Desember 2022. Dia memimpin suatu koalisi yang secara luas digambarkan sebagai pemerintahan paling berhaluan sayap kanan dalam sejarah Israel.




















